Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Masa Panen Laba Sawit Sumbermas

Rabu, 4 November 2020 | 04:28 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) bakal memasuki tren pertumbuhan kinerja keuangan yang pesat dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini didukung oleh usia tanam kelapa sawit perseroan dengan tingkat produktivitas paling baik dan struktur biaya produksi yang paling efisien.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengungkapkan, Sawit Sumbermas merupakan perusahaan yang memiliki perkebunan di lokasi strategis dan didukung oleh perawatan yang baik. Kebun perseroan juga berdekatan dengan pabrik kelapa sawit dan dermaga.

“Hal ini menjadikan struktur biaya perseroan paling efisien, minyak sawit berkualitas, dan kebun paling bagus di kelasnya,” tulis dia dalam risetnya, baru-baru ini.

Rata-rata usia tanaman kelapa sawit perseroan mencapai 11 tahun pada 2020, yang mendukung proyeksi peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 9,7% per tahun untuk periode tahun 2020-2022.

Dengan usia tanam tersebut, tingkat penggunaan belanja modal diprediksi lebih rendah, sehingga margin keuntungan perseroan dalam beberapa tahun mendatang diprediksi tetap tinggi dan tingkat produktivitas paling baik.

Adapun rata-rata kenaikan laba inti Sawit Sumbermas diproyeksi sebesar 11,8% per tahun untuk periode 2020-2022.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SSMS dengan target harga Rp 1.200. Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi luas perkebunan inti perseroan yang bisa mencapai 73 ribu hektare (ha) pada 2021.

ilustrasi kebun sawit (beritasatu.com)
ilustrasi kebun sawit (beritasatu.com)

Terkait efisiensi, menurut Andreas, jarak antara lokasi kebun perseroan dan dermaga hanya 60 kilometer (km) atau tergolong dekat dibandingkan perusahaan perkebunan sawit lain di Pulau Kalimantan.

Secara geografis, perkebunan perseroan juga menempati areal kebun yang tergolong baik dan usia rata-rata sawit relative muda atau memasuki masa paling menguntungkan.

Sejumlah fakta tersebut berpotensi menghasilkan margin keuntungan kotor (gross margin) sebesar 43,8% tahun ini dan kemungkinan hanya turun tipis menjadi 38,9% pada 2022, seiring dengan peningkatan pembelian sawit dari plasma dan pihak ketiga.

Andreas memperkirakan bahwa Sawit Sumbermas akan mampu untuk menghasilkan kas bersih yang besar dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan tren peningkatan keuntungan. Lonjakan arus kas akan mempermudah perseroan untuk melunasi utang yang diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun hingga akhir 2022.

Hal itu mendorong BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan lonjakan laba bersih Sawit Sumbermas menjadi Rp 351 miliar tahun ini dan diharapkan kembali melonjak menjadi Rp 600 miliar pada 2021 dibandingkan realisasi tahun lalu yang hanya Rp 12 miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 3,75 triliun hingga akhir 2020 dan diperkirakan naik menjadi Rp 4,11 triliun pada 2021 dibandingkan pencapaian tahun 2019 senilai Rp 3,27 triliun.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Sawit Sumbermas Swasti Kartikaningtyas mengatakan, pihaknya akan fokus pada peningkatan kinerja dengan mengejar target produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak 600 ribu metrik ton (MT). Target tersebut diharapkan menghasilkan laba bersih perseroan tahun ini sebesar Rp 400 miliar.

Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana
Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Dia mengatakan, perseroan akan berupaya memaksimalkan kapasitas produksi yang dimiliki untuk mewujudkan target tersebut. Apabila dibandingkan dengan capaian produksi CPO tahun 2019 lalu sebanyak 435.940 MT, target produksi CPO tahun ini setara dengan pertumbuhan 37%.

“Kami akan menjaga kinerja produksi dengan momen peak season panen pada kuartal III dan IV itu menjadi fokus kami pada semester II-2020,” jelasnya.

Hingga September 2020, perseroan telah merealisasikan produksi CPO sebanyak 319.533 MT. Perseroan juga berhasil memproduksi inti sawit sebanyak 61.610 MT danpalm kernel oil (PKO) sebesar 16.541 MT.

Lebih lanjut, Swasti mengatakan, hingga kini perseroan telah menyerap belanja modal sebanyak 60% dari total anggaran tahun 2020 yang mencapai Rp 617 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembiayaan penanaman lahan Rp 45 miliar, sebanyak Rp 444 miliar untuk non-planting, dan Rp 128 miliar dimanfaatkan untuk modal pembangunan dermaga dan pengembangan pabrik existing perseroan.

Sementara itu, perseroan berhasil mencatatkan kinerja positif setelah berhasil membalikkan kerugian Rp 15,05 miliar pada semester I-2019 menjadi untung Rp 100,6 miliar pada semester I-2020.

Raihan tersebut ditopang oleh penjualan perseroan yang mencapai Rp 1,76 triliun atau naik 18,34%. Penjualan ini didominasi penjualan CPO sejumlah Rp 1,59 triliun, PKO Rp 133,45 miliar, dan inti sawit Rp 45,8 miliar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN