Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra. (Foto: Antara/Beritasatu.com)

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra. (Foto: Antara/Beritasatu.com)

Masih Ada Lessor Keberatan Voting PKPU, Bos Garuda (GIAA) Buka Suara

Senin, 20 Juni 2022 | 21:36 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pengadilan menunda penetapan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), karena dua lessor atau perusahaan penyedia jasa leasing keberatan dengan metodologi voting dan penghitungan tagihan. Penetapan PKPU ditunda hingga Senin depan (27/6/2022).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, meski ditunda, keberatan terhadap mekanisme perhitungan (voting dan tagihan) tersebut sudah disampaikan oleh lessor dalam proses sebelumnya.

"Secara kesepahaman kita bersama, begitu sudah diputuskan sebenarnya sudah final. Jadi yang terkait keberataan terhadap Daftar Piutang Tetap (DPT), kami dari sisi perusahaan akan taat dengan proses hukum yang ada. Kami juga tadinya berharap proses PKPU ini bisa selesai hari ini. Tapi, kami sangat memahami dan turut mendukung proses ini untuk ditunda supaya semuanya menjadi lebih jelas," kata Irfan di Jakarta, Senin (20/6/2022).

Baca juga: Lolos dari Ancaman Pailit, Dirut Garuda (GIAA) ke Karyawannya: Ini Bukan Waktu untuk Merayakan

Dia memastikan bahwa hal tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap hasil voting. Sebab hasil voting sudah terlihat. Jika tidak ada keberatan dari lessor, Garuda Indonesia seharusnya sudah mendapatkan penetapan PKPU dari pengadilan. Meski demikian, perseroan tetap tunduk pada proses hukum.

Semisal, soal rencana bisnis termasuk mempersiapkan pesawat dan menyelesaikan persoalan-persoalan administrasi kepada para kreditur. Penundaan penetapan PKPU juga akan menyebabkan penundaan penandatanganan kesepakatan.

Baca juga: Pasca-Voting PKPU, Dirut: Ke Depan Garuda (GIAA) Harus Untung

Namun, Irfan memastikan bahwa keberatan dari dua lessor tidak bersifat fundamental. Hanya saja, emiten dengan kode saham GIAA ini belum bisa mengumumkan secara resmi bahwa telah mencapai PKPU. “Posisi kita sudah jelas. Ini adalah utang yang kita akui dan diakui pengurus dan kita bekerja berdasarkan itu," tuturnya.

Adapun dua lessor yang keberatan, yaitu Greyleg Goose Leasing 1410 Designated Activity Company dan Greyleg Goose Leasing 1446 Designated Activity Company. Diketahui, GIAA memiliki utang sekitar Rp 2 triliun kepada dua lessor tersebut.

Baca juga: Begini Pembacaan Hasil Voting PKPU Waskita Precast (WSBP)

Sementara itu, salah satu anggota tim pengurus Asril menambahkan, pihaknya sangat memahami penundaan penetapan yang dilakukan oleh majelis hakim. Namun, pada sidang kali ini, kuasa hukum dari lessor mengajukan keberatan kepada hakim pemutus, sehingga hakim perlu mempelajarinya.

"Kami sampaikan kepada hakim pemutus hanya sebatas informasi bahwa hal itu ditetapkan oleh hakim pengawas dan kami sangat memahami dan menghargai," kata Asril.

Untuk selanjutnya, sidang PKPU GIAA pada Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan kembali digelar pada Senin (27/6/2022) pukul 10.00 WIB.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com