Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT HK Metals Utama Tbk. Foto: Perseroan.

PT HK Metals Utama Tbk. Foto: Perseroan.

Masih Ada Tantangan Berat, HK Metals (HKMU) Tetap Jalankan Transformasi melalui ESG

Selasa, 7 Juni 2022 | 20:48 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT HK Metals Utama Tbk (HKMU), emiten yang bergerak di bidang manufaktur produk aluminium extrusion dan bahan bangunan, membukukan penjualan Rp 120,5 miliar pada kuartal I-2022 atau turun 7,5 % dibandingkan kuartal I-2021 yang sebesar Rp 130,3 miliar. Laba kotor turun 23% menjadi Rp 11,7 miliar dari Rp 15,2 miliar.

Meskipun secara umum pasar mulai berangsur pulih dari dampak pandemi Covid-19, tetapi kenaikan harga komoditas masih menjadi katalis negatif bagi kinerja HK Metals.

Advertisement

“Penjualan secara konsolidasi turun karena pada tahun 2021 masih ada kontribusi dari divisi manufaktur stainless steel yang kini sudah didivestasi. Kenaikan datang dari penjualan pada divisi toilet & sanitary wares dan baja ringan, sedangkan aluminium dan pipa PVC relatif sama dibanding tahun lalu,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Jodi Pujiyono dalam keterangan tertulis, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Demi Subang Smartpolitan, Surya Internusa (SSIA) Jual Saham Dua Perusahaan Rp 562 Miliar

Jodi menambahkan, laba kotor mengalami penurunan terutama disebabkan oleh kenaikan harga komoditas imbas perang Rusia-Ukraina yang sangat mempengaruhi harga bahan baku produksi. Namun, di sisi lain, harga jual belum dapat mengikuti kenaikan harga bahan baku sehingga menurunkan margin profitabilitas.

Perseroan mencatatkan kerugian bersih pada kuartal I-2022 sebesar Rp 15 miliar, naik dari kerugian kuartal I-2021 yang sebesar Rp 3,1 miliar. Kerugian itu dikontribusi dari kerugian penghapusan persediaan.

Kendati pencapaian laporan keuangan kuartal I-2022 yang belum menggembirakan, HKMU tetap mencatatkan milestone yang positif di awal tahun 2022, yaitu penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan kegiatan bisnis.

Baca juga: Penerapan ESG Kerek Daya Saing Perusahaan

Penerapan ESG dilakukan perseroan pada anak usahanya, yaitu PT Karya Bumimas Persada yang bergerak di toilet & sanitary ware dan PT Rasa Langgeng Wira, produsen pipa PVC yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001: 2015 dan ISO 45001:2015 yang diterbitkan oleh lembaga sertikasi PT SGS Indonesia.

Direktur Commercial & Operational HK Metals Utama Muhamad Ade Kurniawan menyampaikan bahwa sertifikasi ISO khususnya di bidang Sistem Manajemen Mutu dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) merupakan bukti bahwa penerapan Prinsip dan Kriteria ISO yang diimplementasikan perusahaan telah sesuai dengan standarisasi untuk menghasilkan produk building material yang berkualitas mulai masuknya bahan baku, proses produksi, dan distribusi produk telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Proses sertifikasi ISO ini tidaklah mudah, melalui mekanisme audit yang ketat oleh lembaga sertifikasi, sumber daya manusia yang ada harus berkomitmen dan konsisten memenuhi semua persyaratan dan regulasi yang berlaku. “Kami yakin dengan adanya sertifikasi ISO ini bisa meningkatkan nilai saing produk HKMU dan melengkapi line–up produk kami untuk masuk ke dalam segmen project & industry, seperti produk aluminium PT Handal Aluminium Sukses (HAS),” jelas Ade.

Baca juga: Telkom (TLKM) akan Ambil Alih Perum PFN

Sementara itu, Direktur Utama HK Metals Utama Muhamad Kuncoro menyampaikan bahwa pihaknya ingin menepis isu negatif yang beredar khususnya di pasar aluminium mengenai HKMU dan HAS. “Saya yakinkan kepada seluruh stakeholders bahwa saat ini HKMU tetap melaksanakan aktivitas bisnis dan terus berbenah menuju perbaikan yang kami buktikan melalui sertifikasi ISO,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi pandemi yang akan transisi menjadi endemi akan menjadi faktor pendukung untuk pemulihan pasar, namun kenaikan harga komoditas dan kenaikan inflasi juga akan menjadi tantangan tersendiri

“Berbekal berbagai langkah strategis yang telah dan sedang dilakukan oleh perusahaan, kami berkeyakinan kinerja perusahaan akan semakin membaik,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN