Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CCB Indonesia. Foto: Perseroan.

CCB Indonesia. Foto: Perseroan.

Masuk ke China Construction Bank Indonesia, Sinar Mas Siapkan Rp 1,28 Triliun

Gita Rossiana, Kamis, 21 November 2019 | 21:29 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam penawaran umum terbatas (PUT) V atau rights issue PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk atau CCB Indonesia (MCOR). Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp 1,28 triliun untuk menyerap saham yang tidak dieksekusi pemegang saham.

Direktur Utama Sinar Mas Multiartha Doddy Susanto mengungkapkan, perseroan ingin menjadi pembeli siaga rights issue CCB Indonesia karena ingin meningkatkan laba konsolidasi perseroan. "Latar belakangnya bersifat komersial melalui investasi di sektor-sektor strategis," jelas dia dalam keterangan resmi, yang dikutip Investor Daily, Kamis (21/11). Selain itu, perseroan ingin mencari terobosan baru dalam mengembangkan bisnis, seiring dengan perkembangan perekonomian.

Dana maksimal yang akan dikeluarkan dalam penyertaan saham, menurut dia, maksimal Rp 1,28 triliun. Namun, nilai ini tergantung dari hasil penjatahan saham dan sisa saham yang tidak dieksekusi oleh pemegang saham lainnya. "Dana untuk pembelian saham akan berasal dari kas perseroan," ungkap dia.

Adapun CCB Indonesia berencana melangsungkan rights issue dengan melepas 32 miliar saham baru atau setara 65,8%. Selain Sinar Mas Multiartha yang menjadi standby buyer, China Construction Bank (CCB) Corporation selaku pemegang saham utama CCB Indonesia juga akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan kepemilikan saham.

Namun, apabila pemegang saham lama termasuk CCB Corporation tidak mengeksekusi haknya, kepemilikan sahamnya akan terdilusi maksimal 65,8%. Kemudian, Sinar Mas Multiartha yang akan mengambil seluruh sisa saham baru yang tidak dieksekusi tersebut.

Dengan perhitungan apabila seluruh pemegang saham mengeksekusi haknya, maka struktur kepemilikan saham tidak akan mengalami perubahan. Saat ini, CCB Corporation menguasai 60% saham CCB Indonesia, Jhonny Wiraatmadja 21,32%, Kiki Hamidjaja 5,21%, dan masyarakat 13,47%.

Apabila pemegang saham tidak melaksanakan seluruh haknya, struktur kepemilikan saham akan berubah. Sinar Mas Multiartha selaku pembeli siaga akan memiliki 8,86% saham dan kepemilikan masyarakat akan terdilusi menjadi 4,61%. Sedangkan kepemilikan pemegang saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Adapun pernyataan efektif rights issue diharapkan diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 November 2019. Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 11 Desember 2019.

Sesuai rencana, dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. CCB Indonesia berencana naik kelas ke BUKU III dengan modal inti di atas Rp 5 triliun.

Sekretaris Perusahaan CCB Indonesia Andreas Basuki mengatakan, perseroan menargetkan perolehan dana Rp 3,2 triliun dari rights issue tersebut. Dengan adanya tambahan dana tersebut diharapkan bisa mendukung perseroan menjadi BUKU III karena modal inti perseroan baru mencapai Rp 2,1 triliun.

Dengan menjadi BUKU III, perseroan masih akan mengembangkan bisnis sebelumnya. "Strategi kami masih sama untuk mengembangkan corporate banking, SME, dan konsumer," ucap dia.

Sebelumnya, CCB Indonesia menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) senilai US$ 50 juta atau setara dengan Rp 700 miliar untuk memperkuat modal perseroan. Besaran subdebt ini adalah 29,28% dari jumlah ekuitas perusahaan per 31 Agustus 2018. Subdebt tersebut dibeli oleh CCB Corporation.

Dalam penerbitan subdebt tersebut, CCB Trustee Co Ltd bertindak sebagai kustodian, serta jasa agen fiskal dan agen pembayar. CCB Trustee dimiliki oleh China Construction Bank (Asia) yang dikendalikan oleh CCB Corporation.

Sebagai informasi, CCB Indonesia adalah bank hasil merger antara PT Bank Windu Kentjana International Tbk dan PT Bank Antardaerah pada 30 November 2016. Saat ini, CCB Indonesia memiliki 95 kantor yang tersebar di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar Bali, Mataram, Palembang, Bandar Lampung, Batam, Pekanbaru, Pontianak, Makassar, dan Pangkal Pinang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA