Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Foto: Perseroan.

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Foto: Perseroan.

Matahari Department Store Raih Penjualan Kotor Rp 18 Triliun

Farid Firdaus, Kamis, 27 Februari 2020 | 20:25 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat penjualan kotor Rp 18 triliun sepanjang 2019 atau naik 0,9% dari realisasi 2018 yang sebesar Rp 17,9 triliun. Pendapatan bersih perseroan konsisten sebesar Rp 10,3 triliun, begitu juga dengan tingkat pertumbuhan rata-rata penjualan tiap toko (same store sales growth/SSSG).

Seiring itu, Matahari Department Store membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun pada 2019 atau meningkat 25% dari laba bersih setelah penurunan nilai investasi pada 2018. Namun, nilai itu turun 27% dari laba bersih sebelum penurunan nilai investasi pada 2018.

Per akhir 2019, perseroan tercatat mengoperasikan 169 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia. Perseroan telah membuka tiga gerai large format baru pada 2019 di Bandung, Jawa Barat; Batam, Kepulauan Riau; Dumai, Riau. Ditambah delapan gerai specialty di Medan, Sumatera Utara, Jakarta, Cibubur, dan Surabaya, Jawa Timur. Perseroan mengantisipasi pembukaan enam gerai baru pada 2020.

CEO Matahari Department Store Terry O’Connor mengatakan, perusahaan memiliki basis pelanggan dan pasar yang kuat untuk dikembangkan. Perseroan menyakini terlepas dari lingkungan ritel yang menantang dan kompetitif. Perseroan akan terus memperluas jaringan, jangkauan, dan relevansi Matahari Department Store.

“Saya senang dapat bergabung dengan perseroan dan memiliki kesempatan untuk bekerja dengan banyak individu berbakat yang berkomitmen untuk kesuksesan jangka panjang Matahari,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (27/2).

Pelanggan loyalitas aktif perseroan, lanjut Terry, sekarang berjumlah 7,9 juta dan telah tumbuh lebih dari 10% dari periode yang sama tahun lalu. Analisis mendalam atas program loyalitas akan memandu dan membantu perseroan secara konsisten dalam memberikan nilai dan engagement yang luar biasa.

Terry menambahkan, lingkungan ritel terus berkembang pesat dan perseroan perlu beradaptasi dengan permintaan konsumen dan tren yang terus berubah. Pihaknya melihat banyak potensi di semua jalur dan akan fokus tidak hanya pada pembaruan gerai dan bisnis online di Matahari.com, tetapi juga terus melanjutkan solusi Omni-Channel untuk pelanggan perseroan. “Kami percaya inisiatif ini akan memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan kami di masa mendatang,” kata dia.

Sebagai informasi, selama lebih dari 60 tahun, Matahari Department Store menyediakan pakaian, produk kecantikan dan produk sepatu yang berkualitas, fashionable, dan terjangkau bagi kalangan menengah Indonesia yang semakin meningkat.

Perseroan mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan dan bermitra dengan lebih dari 1.000 pemasok lokal serta internasional. Perseroan menerima beberapa penghargaan dari industri bertaraf nasional dan internasional.

Langkah Tepat

Secara terpisah, Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, strategi Matahari Department Store untuk membuka gerai secara selektif di luar Jakarta diperkirakan mampu menjaring lebih banyak pelanggan dari kelas menengah ke bawah.

“Masyarakat di luar kota besar masih mengandalkan belanja ke toko fisik. Sementara, persaingan di Jakarta sudah lumayan berat. Jadi, Matahari punya strategi yang pas,” jelas dia.

Alfred menambahkan, prospek industri ritel akan terus dipengaruhi oleh daya konsumsi masyarakat dan ekonomi makro. Pelaku ritel fisik yang ahli menyiasati persaingan dengan pelaku ritel online memiliki peluang untuk membukukan kenaikan pertumbuhan pada 2020 atau setidaknya mempertahankan pertumbuhan untuk tetap stabil.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN