Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Medco Energi. Foto: IST

Medco Energi. Foto: IST

Medco Bidik Dana Rp 1,87 Triliun dari 'Rights Issue'

Selasa, 1 September 2020 | 11:38 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengincar dana segar hingga Rp 1,87 triliun dari aksi penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan menawarkan maksimal 7,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham.

Jumlah saham baru tersebut setara dengan 41,85% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum terbatas (PUT) III. Rights issue ini telah melewati persetujuan pemegang saham perseroan pada 25 Juni. Medco juga telah meraih pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Agustus.

PT Medco Daya Abadi sebagai pemegang 50% Medco Energi telah menyatakan siap menyerap saham baru sebanyak 3,58 miliar saham atau dengan nilai komitmen Rp 895,98 miliar. Medco Daya Abadi sudah menyampaikan bukti kecukupan dana kepada OJK berupa surat peryataan yang diterbitkan Bangkok Bank Pcl cabang Singapura pada 11 Agustus 2020. Medco Daya Abadi memiliki dana US$ 64,92 juta dalam rekening.

Pada 7 Agustus, Diamond Bridge Pte Ltd sebagai pemilik 21,38% saham Medco turut menyatakan kesanggupan mengambil saham baru sebanyak 1,53 miliar saham atau setara Rp 383,06 miliar. Diamond Bridge telah melayangkan surat kesanggupan ke OJK, dan memiliki dana senilai US$ 27,02 juta dalam rekening di Bangkok Bank Pcl cabang Singapura.

“Tidak terdapat pembeli siaga pada PUT III perseroan, apabila saham baru yang ditawarkan tidak seluruhnya diambil pemegang saham, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya,” jelas manajemen dalam prospektus resmi, Selasa (1/9).

Pemegang saham Medco yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue akan mengalami dilusi kepemilikan saham maksimum 29,50%. Adapun, selain Medco Daya Abadi dan Diamond Bridge, saat ini pemegang saham perseroan yang lain adalah PT Medco Duta sebanyak 0,19%, PT Multifabrindo Gemilang 0,04%, dan masyarakat 28,05%.

Medco akan menggunakan dana emisi rights issue untuk modal kerja perseroan dan anak usaha, antara lain Medco E&P Natuna Ltd, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Indonesia, PT Medco E&P Rimau, PT Medco E&P Malaka, PT Medco E&P Lematang, PT Medco E&P Tarakan, Medco Energi Bangkanai Ltd, Medco Energi Sampang Pty Ltd dan Ophir Indonesia (Madura) Pty Ltd.

Periode perdagangan HMETD Medco dimulai pada 14 September dan berakhir 18 September. Sementara periode penyerahan saham baru hasil pelaksanaan HMETD adalah 16-22 September.

Efisiensi

Di tengah pandemi Covid-19 dan harga minyak yang rendah, Medco Energi melakukan efisiensi pengeluaran hingga US$ 200 juta demi menjaga kas dan neraca keuangan perseroan.

CEO Medco Energi Roberto Lorato mengatakan, perseroan telah merespon dengan cepat berbagai tantangan pada tahun ini dengan memastikan kesejahteraan karyawan. Meskipun perseroan melakukan pengurangan belanja modal, pihaknya mengapresiasi hasil penemuan eksplorasi di wilayah kerja Natuna dan Ijen.

Tahun ini, perseroan telah memangkas target belanja modal menjadi di bawah US$ 240 juta. Prediksi tersebut diikuti dengan target produksi minyak dan gas (migas) sebesar 100-105 mboepd dengan biaya tunai produksi di bawah US$ 10 per boe, dan target penjualan dari bisnis kelistrikan sebesar 2.600 gigawatt (Gwt).

Hingga kuartal I-2020, produksi migas perseroan tercatat sebesar 101 mboepd dengan biaya produksi per unit mencapai US$ 7,7 per boe. Medco telah merealisasikan belanja modal sebesar US$ 67 juta.

Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan, dunia dan industri migas terus beradaptasi dengan tantangan yang luar biasa ini yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan rendahnya harga minyak.

“Perseroan akan terus fokus dalam menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja kami dan meminimalkan dampaknya terhadap bisnis perseroan untuk dapat terus memenuhi komitmen terhadap para pemangku kepentingan,” jelas dia dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Adapun Medco telah meraih izin dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengembangkan Lapangan Paus Biru, di wilayah kerja Sampang, Jawa Timur. Medco Energy Sampang Pty. Ltd. sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) akan melakukan investasi senilai US$ 80 juta atau senilai Rp1,18 triliun untuk kegiatan pengeboran sumur.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN