Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Medco Borong Saham Amman Mineral US$ 51,2 Juta

Kamis, 3 Juni 2021 | 06:23 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membeli 2% saham PT Amman Mineral Internasional senilai US$ 51,26 juta atau setara Rp 730 miliar. Saham tersebut dibeli dari PT Sumber Mineral Citra Nusantara (SMCN).

Berdasarkan laporan keuangan Medco Energi yang dirilis baru-baru ini, perseroan menandatangani perjanjian jual beli saham dengan SMCN pada 1 Mei 2021. Pada Maret 2021, perseroan sudah menerima pembayaran dari SMCN atas transaksi pembelian saham Amman Mineral sebelumnya sebesar US$ 40,9 juta. “Kedua pihak sepakat untuk melunasi sisa transaksi sebesar US$ 99,9 juta setelah periode penutupan penawaran saham perdana Amman Mineral Internasional atau pada 31 Desember 2021," tulis manajemen Medco Energi.

Adapun pada Februari 2020, Medco Energi memutuskan untuk menjual 10% saham Amman Mineral Internasional kepada SMCN senilai US$ 202 juta. Pada 7 April 2020, SMCN telah membayar US$ 10 juta dan sisanya akan dibayar sebelum 31 Desember 2021. Dengan penjualan saham ini, kepemilikan Medco di Amman Mineral berkurang menjadi 29,35%. Sementara, piutang SMCN yang belum dibayar mencapai US$ 192 juta.

Lalu, pada Desember 2020, Amman Mineral menerbitkan 6,95 miliar saham baru kepada pemegang saham baru. Dengan penerbitan saham ini, kepemilikan Medco terdilusi menjadi 23,13%. “Perusahaan mencatat kerugian sebesar US$ 19 juta yang mencerminkan penurunan kepemilikan akibat dilusi kepemilikannya di Amman Mineral dari 29,35% menjadi 23,13%," ungkap manajemen.

Terlepas dari transaksi pelepasan saham yang pernah dilakukan Medco, namun Amman Mineral membukukan kinerja yang cukup cemerlang. Pada 2020, Amman Mineral mencatat pendapatan sebesar US$ 1 miliar, meningkat 158,03% dari 2019 yang mencapai US$ 387,55 juta. 

Dengan peningkatan pendapatan ini, laba Amman Mineral juga ikut meningkat menjadi US$ 86,31 juta pada 2020. Sebelumnya, pada 2019, Amman Mineral membukukan kerugian sebesar US$ 125 juta.

Adapun Amman Mineral Internasional merupakan induk usaha dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Presiden Direktur Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro sebelumnya berencana membawa AMNT untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Vice President and Corporate Planning and Investor Relation Medco Energi Myrta Utami mengungkapkan, pihaknya masih belum bisa memberikan komentar mengenai IPO saham tersebut.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Medco Energi Internasional Roberto Lorato menjelaskan, pada 2020, perseroan mencatat kerugian sebesar US$ 189 juta. Meskipun, perseroan sempat membukukan laba bersih sebesar US$ 9 juta pada kuartal IV-2020.

Menurut Roberto, rendahnya permintaan energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan tahun lalu. Namun, dalam menyikapi keadaan ini, perseroan segera beradaptasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas perusahaan. 

"Harga komoditas telah membaik pada 2021, namun pandemi belum usai sepenuhnya dan volume gas di beberapa pasar utama masih rendah. Kami akan tetap disiplin dan menjaga fleksibilitas untuk memanfaatkan pemulihan yang diharapkan," terang dia dalam keterangan resmi.

Tahun ini, perseroan akan menggenjot segmen minyak bumi dan gas dengan target produksi 95 mboepd. Penjualan listrik ditargetkan bisa mencapai 3.000 gwh dan bisa menekan biaya produksi migas di bawah US$ 10/boe.

Untuk bisa mendukung target tersebut, perseroan telah menyiapkan belanja modal sebesar US$ 215 juta tahun ini. Dari belanja modal tersebut, sebesar US$ 150 juta akan digunakan untuk segmen minyak bumi dan gas. Sisanya US$ 65 juta untuk segmen kelistrikan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN