Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Medco dan Bayan Himpun Dana US$ 1,05 Miliar

Farid Firdaus, Minggu, 19 Januari 2020 | 21:54 WIB

JAKARTA, investor.id – Dua emiten berhasil menggalang dana US$ 1,05 miliar dari penerbitan surat utang global (global bond) yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX). Perusahaan tersebut adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan nilai emisi US$ 650 juta, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan senior notes perdana US$ 400 juta.

Head of Corporate Counsel & Corporate Secretary Medco Energi Internasional Siendy Wisandana mengatakan, setelah melewati proses roadshow, perseroan akhirnya menetapkan pricing pada Kamis (16/1) malam atas obligasi yang diterbitkan oleh anak usaha perseroan, Medco Bell Pte Ltd. “Nilai penerbitannya US$ 650 juta dengan kupon 6,375%,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (19/1).

Medco akan menggunakan hasil emisi global bond yang jatuh tempo pada 2027 tersebut untuk melunasi kembali utang (refinancing) perseroan. 10 Januari lalu, Medco telah mengajukan permohonan persetujuan (consent solicitation) kepada pemegang obligasi untuk mengamandemen syarat dan ketentuan pada dua global bond yang telah diterbitkan.

Dua global bond tersebut adalah senior notes US$ 400 juta dengan kupon 8,5% yang jatuh tempo 2022. Penerbit surat utang ini adalah Medco Straits Service Pte Ltd.

Kemudian, senior notes US$ 500 juta dengan kupon 6,75% yang jatuh tempo 2025. Penerbit surat utang ini adalah Medco Platinum Road Pte Ltd.

Tujuan dari amandemen ini adalah permohonan untuk menyelaraskan sejumlah ketentuan pada dua senior notes tersebut dengan ketentuan pada senior notes Medco yang jatuh tempo pada 2026 dengan kupon 7,375%. Surat utang yang diterbitkan Medco Oak Tree Pte Ltd tersebut memiliki nilai pokok US$ 650 juta.

Dalam keterangan resmi kepada SGX, manajemen Medco menyatakan usulan amandemen meliputi, antara lain meningkatkan ukuran utang modal kerja, mengubah definisi hutang prioritas, mengubah definisi EBITDA konsolidasi, biaya bunga dan penghasilan bersih konsolidasi, dan mengubah definisi pro forma perhitungan fixed charge coverage ratio.

Medco memberikan batas waktu untuk pemegang obligasi menyerahkan persetujuannya paling lambat 5.00 PM, waktu New York pada 24 Januari 2020. Agen yang menangani aksi ini adalah Morgan Stanley Asia Pte dan Standard Chartered Bank Ltd cabang Singapura. Sedangkan proses tabulasi dan distribusi informasi dilakukan oleh Lucid Issuer Services Ltd.

Pemegang obligasi yang memenuhi syarat akan menerima kompensasi tunai. Pemegang senior notes 2022 bakal mendapatkan US$ 1 untuk setiap pokok utang US$ 1.000, sedangkan pemegang senior notes 2025 akan mendapatkan US$ 2 untuk setiap pokok utang US$ 1.000.

Selain refinancing utang, Medco fokus melanjutkan ekspansinya di sektor minyak dan gas (migas) dan kelistrikan selama tahun ini.  Medco mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 340 juta pada 2020.

Perseroan menargetkan komposisi produksi minyak dan gas berbanding 43% dan 67% pada 2020. Adapun, pada 2019 komposisi minyak sebesar 31%, gas 55%, dan produksi dari Ophir 25%.

Sementara itu, intergrasi Medco dengan Ophir hingga saat ini dinilai berlangsung dengan baik. Dari perusahaan yang diakuisisi pada tahun lalu tersebut. perseroan memprediksi mampu meraih reccuring sinergi sebesar US$ 50 juta per tahun mulai 2020 dan seterusnya.

Bayan Resources

Emiten pertambangan batu bara, Bayan Resources juga turut menyelesaikan penerbitan global bond senilai US$ 400 juta pada akhir pekan lalu. Pihak yang bertindak sebagai bookrunners dan lead managers aksi ini adalah Deutsche Bank dan Morgan Stanley.

Berdasarkan laporan Global Capital Asia, Bayan meraih pricing kupon senior notes sebesar 6,125%. Periode jatuh temponya adalah tahun 2023.

Lembaga pemeringkat global, Moody’s Investor Services memberikan peringkat Ba3 dengan prospek stabil pada aksi penerbitan Bayan Resources. Hasil emisi obligasi akan digunakan untuk membayar hutang dari fasilitas modal kerja perseroan.

Moody’s Assistant Vice President and Analyst Maisam Hasnain mengatakan, penerbitan obligasi akan mendukung likuiditas Bayan dan memperpanjang profil hutang jatuh temponya. Meskipun ada peningkatan moderat dalam total hutang setelah aksi ini, metrik kredit Bayan dinilai akan tetap kuat selama 12-18 bulan ke depan.

“Peringkat Ba3 Bayan mencerminkan profitabilitas yang kuat, yang didukung struktur biaya rendah dan pertumbuhan produksi batu bara termal menyusul peningkatan di proyek Tabang (Kalimantan Timur), yang memiliki masa cadangan yang panjang,” jelas dia.

Lebih lanjut, Fitch Ratings memberikan peringkat BB- dengan prospek stabil kepada global bond Bayan. Peringkat ini mencerminkan posisi biaya rendah dari tambang utama perseroan, cadangan yang memadai, basis pelanggan yang beragam, serta profil keuangan yang kuat. Faktor-faktor tersebut turut diimbangi oleh konsentrasi tambang, resiko regulasi, serta sifat dari siklus industri batu bara.

Berdasarkan catatan Investor Daily, Bayan Resources semula berencana menerbitkan global bond dengan target hingga US$ 600 juta. Dalam penerbitan ini, perseroan menjaminkan anak usahanya, yaitu PT Dermaga Perkasapratama, PT Indonesia Pratama, PT Bara Tabang, PT Fajar Sakti Prima, PT Teguh Sinar Abadi, PT Firman Ketaun Perkasa, PT Wahana Baratama Mining, PT Perkasa Inakakerta, PT Muji Lines, PT Bayan Energi, PT Gunungbayan Pratamacoal, PT Metalindo Prosestama, dan PT Brian Anjat Sentosa.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA