Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang merupakan anak usaha Medco. Foto: Perseroan.

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang merupakan anak usaha Medco. Foto: Perseroan.

Medco Kolaborasi dengan Kansai Electric Garap Pembangkit Listrik

Selasa, 8 September 2020 | 07:06 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui PT Medco Power Indonesia menjalin aliansi bisnis dengan perusahaan asal Jepang, Kansai Electric Power Company. Sementara itu, rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tetap dikaji selama 2020-2021.

Presiden Direktur Medco Power Eka Satria mengatakan, Medco Power bersama Kansai Electric berencana membentuk unit usaha baru atau joint venture (JV). Aksi ini akan menyatukan keahlian teknis Kansai Electric yang telah diakui dunia dengan pengalaman Medco Power sebagai perusahaan yang mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit listrik di Indonesia.

“Kerja sama ini bertujuan untuk menyediakan pembangkit listrik tenaga gas yang unggul dan layanan operasi serta pemeliharaan,” kata Eka dalam keterangan resmi, Senin (7/9).

Sementara itu, CEO Medco Energi Roberto Lorato mengatakan, kolaborasi Medco Power dan Kansai diharapkan membuka potensi pertumbuhan perseroan di sektor kelistrikan. Medco Power memiliki kapasitas bruto lebih dari 3,3 gigawatt (GW) dalam bisnis gabungan independent power producer (IPP) dan operasi serta pemeliharaan, yang tersebar di 18 lokasi di Indonesia.

Sedangkan Kansai Electric adalah salah satu perusahaan listrik terbesar di Jepang, dengan lini bisnis mulai dari pengadaan bahan bakar, pembangkit listrik, penjualan, dan jasa. Kansai Electric tercatat beroperasi di 13 negara yang tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat dengan total kapasitas pembangkit 33,5 GW, dimana sebesar 2,8 GW berlokasi di luar Jepang.

IPO Amman Mineral

Strategi aliansi bisnis Medco Power masuk dalam fokus Medco selama 2020-2021. Pada periode tersebut, Medco Energi juga mematangkan rencana IPO saham Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Berdasarkan materi paparan publik Medco Energi, divestasi aset secara selektif masuk dalam program rasionalisasi portofolio yang berjalan sejak 2017 hingga saat ini. Khusus untuk Amman Mineral, proses divestasi tersebut berjalan selama 2018-2020 dengan nilai transaksi US$ 464 juta.

Seperti diketahui, Medco mengakuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama (AMIV), pengendali tidak langsung 82,2% saham AMNT pada November 2016 dengan total nilai transaksi US$ 650 juta. AMNT semula dikenal dengan nama PT Newmont Nusa Tenggara, yakni operator tambang tembaga dan emas Batu Hijau seluas 25 ribu hektare di Sumbawa, Nusa Tenggara.

Pada 2018, Medco melakukan monetisasi pinjaman AMIV kepada perseroan dengan jalan mengkonversi utang tersebut menjadi saham. Saat itu, terjadi pula transaksi pertukaran 50% saham AMIV menjadi 39,35% saham PT Amman Mineral Internasional (AMI), pengendali langsung AMNT. Kemudian, Medco berhasil melepas 10% saham AMI kepada PT Sumber Mineral Citra Nusantara senilai US$ 202 juta pada 2020.

Sumber Citra telah membayar US$ 10 juta pada 7 April 2020 dan sisa pembayaran akan disetor sebelum 31 Maret 2021. Medco tak menyebut informasi spesifik mengenai Sumber Mineral Citra. Manajemen hanya menegaskan, perusahaan ini tidak terafiliasi dengan perseroan. “Selanjutnya, ada opsi tambahan penjualan 10% saham AMNT yang bergantung dengan waktu IPO saham,” ungkap manajemen Medco.

Tahun ini, Medco Energi memangkas target belanja modal menjadi di bawah US$ 240 juta. Prediksi tersebut diikuti dengan target produksi minyak dan gas (migas) sebesar 100-105 mboepd dengan biaya tunai produksi di bawah US$ 10 per boe, dan target penjualan dari bisnis kelistrikan sebesar 2.600 gigawatt hour (GWh).

Di tengah pandemi Covid-19 dan harga minyak yang rendah, Medco Energi melakukan efisiensi pengeluaran hingga US$ 200 juta demi menjaga kas dan neraca keuangan perseroan.

Saat ini, perseroan dalam proses penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan menawarkan maksimal 7,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Alhasil, dana segar yang berpotensi diraih sekitar Rp 1,87 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN