Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang merupakan pengendali tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat. Amman Mineral adalah anak usaha Medco. Foto: Medco Energi.

Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang merupakan pengendali tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat. Amman Mineral adalah anak usaha Medco. Foto: Medco Energi.

Medco Lanjutkan Akuisisi dan Divestasi Aset Migas

Rabu, 26 Agustus 2020 | 11:24 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melanjutkan rencana akuisisi serta divestasi blok minyak dan gas di luar negeri. Perseroan mencermati peluang akuisisi aset di Asia Tenggara, dan mengundang investor yang tertarik membeli aset perseroan di Libya, Afrika Utara.

Direktur Keuangan Medco Anthony R Mathias mengatakan, harga komoditas selalu bergerak dengan siklus. Posisi harga minyak yang saat ini relatif rendah bukan hal yang pertama kali terjadi. Pihaknya optimistis harga minyak akan kembali menguat di masa mendatang.

“Kami menilai peluang akuisisi baru, dan juga ada progress terkait pelepasan aset di Libya. Kami merespon pihak-pihak yang telah menyatakan minatnya,” jelas dia saat pemaparan publik live, Selasa (25/8).

Berdasarkan catatan Investor Daily, Medco memulai proses divestasi aset di Libya saat perseroan menyampaikan surat pemintaan kepada pemerintah Libya melalui National Oil Coporation (NOC) pada kuartal II-2019. 

Ketika itu, Medco meminta persetujuan informasi teknis kepada beberapa pembeli potensial atas hak partisipasi perseroan di Blok 47 Libya. Akhirnya, pihak NOC pun memberikan persetujuan atas rencana perseroan. Namun, hingga kini manajemen Medco belum mengungkapkan target nilai divestasi serta para calon pembeli yang sudah menyatakan minat.

Sementara itu, terkait aset migas di Asia Tenggara, Medco melalui Ophir Energy Plc sudah memiliki rekam jejak pada blok 12W Psc di Vietnam, lapangan gas Sinphuhorm serta blok minyak di Bualuang di Thailand.

Anthony mengatakan, perseroan menjajaki peluang akuisisi yang sesuai dengan kriteria investasi dan pada harga yang tepat. Sehingga, pihaknya menegaskan tidak tertarik menjadi investor pada lapangan Abadi, Blok Masela yang ditinggalkan oleh Royal Dutch Shell Plc. “Blok ini tidak masuk kriteria akuisisi kami,” ujar dia.

Pada aset lain, perseroan baru saja meraih izin dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengembangkan Lapangan Paus Biru, di wilayah kerja Sampang, Jawa Timur. Medco Energy Sampang Pty. Ltd. sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) akan melakukan investasi senilai US$80 juta atau senilai Rp1,18 triliun untuk kegiatan pengeboran sumur.

Amman Mineral

Sementara itu, Medco mengkaji berbagai potensi pengembangan bisnis dan ekspansi dari anak usaha PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), yang merupakan pengendali tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat.

Sejak tahun lalu, Amman Mineral menjadi salah satu anak usaha Medco yang dipersiapkan untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Realisasi IPO diperkirakan menunggu pasar modal lebih kondusif.

Anthony menjelaskan, rencana IPO Amman tetap masuk kajian perseroan. Namun, pihaknya tidak merinci target nilai dan periode pelaksanaan IPO secara spesifik. Sementara rencana pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) di Sumbawa Barat oleh Amman juga terus dimatangkan.

Pada April lalu, manajemen Amman Mineral Nusa Tenggara sebenarnya telah mengajukan permohonan penundaan pembangunan smelter konsentrat tembaga hingga 18 bulan. Permohonan tersebut dilayangkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penundanan dilakukan lantaran dampak pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, Medco Energi telah melepas 10% kepemilikan saham PT Amman Mineral Internasional (AMI), yang merupakan pengendali AMNT kepada PT Sumber Mineral Citra Nusantara. Nilai penjualan saham mencapai US$ 202 juta. Sumber Mineral Citra telah membayar US$ 10 juta pada 7 April 2020, dan sisa pembayaran akan dibayar sebelum 31 Maret 2021

Medco tak menyebut informasi spesifik mengenai Sumber Mineral Citra. Manajamen hanya menegaskan, perusahaan ini tidak terafiliasi dengan perseroan. Transaksi divestasi saham AMI ini membuat kepemilikan perseroan di AMI menjadi 29,35% dari sebelumnya 39,35%. AMI semula bernama PT Newmont Nusa Tenggara.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN