Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mega Manunggal. Foto: IST.

Mega Manunggal. Foto: IST.

Mega Manunggal akan Raup Dana Rp 1,1 Triliun dari Divestasi

Kamis, 17 September 2020 | 12:07 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) segera menyelesaikan transaksi divestasi empat pergudangan sebagai upaya pembentukan dana investasi (private investment fund) bersama Keppel Corp dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Perseroan akan meraih dana bersih senilai Rp 1,1 triliun dari divestasi tersebut.

Head of Coporate Finance & Investor Relations Mega Manunggal Property Asa Siahaan mengatakan, pelepasan aset ini tidak seperti skema jual putus. Sebab, perseroan akan mempertahankan sekitar 25%-30% saham pada aset yang akan dikelola sebagai private investment fund tersebut dengan cara menyetor sekitar Rp 350 miliar.

“Transaksi ini diharapkan selesai paling lambat akhir September. Strategi ini adalah upaya perusahaan memiliki sustainability capital yang lebih kuat untuk ekspansi ke depan,” jelas dia kepada Investor Daily, Rabu (16/9).

Menurut Asa, monetisasi aset ini membuat perseroan akan menerima pendapatan dari property management fee. Adapun empat aset pergudangan yang akan dikelola menjadi private investment fund ini berlokasi di sekitar Jabodetabek.

Tiga gudang memiliki penyewa tunggal dan satu gudang dengan beberapa penyewa. Total aset bersih aset pergudangan tersebut lebih dari 163 ribu meter persegi. Sementara, tingkat okupansi pergudangan mencapai 96%.

“Karena monetisasi aset ini bukan real estate investment trust (REIT), maka investornya bukan ritel. Kami sudah ada pembicaraan dengan institusi lokal yang mau jadi investor,” jelas dia.

Para penyewa gudang logistik ini merupakan perusahaan dari berbagai sektor, termasuk barang konsumsi, industri e-commerce, serta logistik, yakni Unilever, Li & Fung dan DHL. Aksi divestasi aset Mega Manunggal  ini telah disetujui pemegang saham perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLB) 20 Desember 2019.

Tahun ini, kata Asa, perseroan melanjutkan ekspansi pembangunan tiga gudang dengan total luas 160 ribu meter persegi di tiga lokasi. Secara rinci, Pondok Ungu di Bekasi, serta Osowilangun dan Manyar di Jawa Timur. Sebagian pembangunan pabrik ditargetkan selesai 2021 dan sebagian lagi 2022. Ekspansi tiga gudang ini diperkirakan menelan investasi sekitar Rp 1,2 triliun. Adapun perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 700 miliar sepanjang 2020.

“Ketika ekspansi gudang baru ini selesai, maka total luas gudang perseroan, termasuk empat gudang yang dijadikan investment fund akan sekitar 600 ribu meter persegi,” kata dia.

Pendapatan perusahaan pada semester I-2020 tercatat mencapai Rp 193,27 miliar, tumbuh 19,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 162 miliar. Sewa kantor dan gudang menjadi kontributor utama sebesar Rp 172,66 miliar. Kemudian, sewa peralatan sebesar Rp 12,08 miliar dan lain-lain sebesar Rp 8,52 miliar.

Minat Investor

Keterlibatan konglomerasi asal Singapura, Keppel Corp melalui Alpha Investment Partners Ltd pada pengelolaan dana investasi ini dinilai bisa menarik minat investor. Alpha Investment punya basis investor institusi yang terdiri atas program dana pensiun, lembaga keuangan, dana abadi, serta perusahaan asuransi.

Grup perseroan memiliki kantor cabang di Eropa, Amerika Utara, Asia dan Timur Tengah. Perusahaan juga tercatat mengelola Alpha Real Estate Securities Fund, yang merupakan REIT terdaftar di Asia.

Sebelumnya, CEO Alpha Investment Alvin Mah mengatakan, sektor properti logistik di Indonesia berpotensi mengalami permintaan yang kuat. Hal tersebut didorong oleh sejumlah faktor yakni meningkatnya populasi kelas menengah, pertumbuhan pesat konsumsi dan e-commerce, serta terbatasnya pasokan fasilitas logistik modern di Jakarta.

“Kami menawarkan mitra usaha terhadap potensi tingginya pertumbuhan sektor properti logistik pada negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara,” jelas Alvin.

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland menambahkan, akuisisi aset ini sangat cocok dengan strategi investasi jangka panjang perseroan di pasar Asia Pasifik. Pihaknya juga berharap kerja sama membawa nilai tambah bagi perseroan dan Indonesia secara jangka panjang.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN