Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim

PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim

Mei 2021, Mandiri Tunas Finance akan Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

Jumat, 19 Februari 2021 | 15:00 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun pada Mei mendatang. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V dengan nilai total Rp 5 triliun.

Direktur Keuangan MTF Armendra mengatakan, penerbitan obligasi tersebut merupakan strategi perseroan untuk melakukan diversifikasi pendanaan tahun ini. Adapun sumber dana dari obligasi mencapai 30% dari total pendanaan.

"Sedangkan 70% lainnya berasal dari perbankan," jelas dia kepada Investor Daily, Jumat (19/2).

Dengan adanya penerbitan obligasi itu, Armendra berharap bisa mendukung pembiayaan perseroan tahun ini yang ditarget bertumbuh 19-20%. Sebelumnya, perseroan membukukan pembiayaan sebesar Rp 19,7 triliun pada 2020.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, industri multifinance agak sulit mendapatkan pendanaan dari perbankan. Pasalnya, bank sedang mengetatkan likuiditas akibat pandemi, sehingga bersikap selektif dalam memberikan pinjaman.

Oleh karena itu, penerbitan obligasi menjadi solusi dari keadaan tersebut. "Kalaupun menerbitkan obligasi, perusahaan pembiayaan menengah ke atas yang lebih banyak mendapatkan kesempatan karena rating mereka bagus," ujar dia.

Sementara perusahaan pembiayaan yang tidak terafiliasi dengan perbankan atau produsen otomotif cenderung lebih sulit mendapatkan pendanaan. Namun Suwandi tetap optimistis dengan multifinance yang memiliki kinerja bagus, meski mereka tidak memiliki afiliasi.

"Perusahaan yang bagus tetap akan mudah mendapatkan pendanaan, bahkan mereka dicari oleh bank," jelas dia.

Di lain pihak, Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Danan Dito mengatakan penerbitan surat utang multifinance memang akan membaik tahun ini. Hal ini didukung oleh membaiknya penjualan otomotif pada 2021, meski belum bisa sebaik sebelum pandemi Covid-19.

"Ditopang pula oleh banyaknya surat utang jatuh tempo tahun ini," kata dia.

Penopang lainnya adalah adanya relaksasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk industri pembiayaan. Di dalam relaksasi itu ada kemudahan atau fleksibilitas bagi industri multifinance untuk menerbitkan medium term notes (MTN) dan surat utang lainnya.

Berdasarkan data Pefindo, nilai penerbitan surat utang pada 2020 mencapai Rp 96,6 triliun. Penerbitan ini paling banyak berupa obligasi sebesar Rp 80,05 triliun dan MTN sebesar Rp 6,75 triliun, sedangkan sisanya dalam bentuk surat utang lainnya.

Dilihat dari industrinya, multifinance tercatat paling banyak menerbitkan obligasi pada 2020, yakni sebesar Rp 14,35 triliun. Kemudian ada lembaga keuangan khusus sebesar Rp 12,28 triliun.

Sementara mandat obligasi yang diterima Pefindo sampai 11 Januari 2021 mencapai Rp 33,24 triliun. Lagi-lagi multifinance tercatat menjadi perusahaan yang akan banyak menerbitkan obligasi, yakni sebanyak tiga perusahaan dengan nilai Rp 8,2 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN