Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung mendokumentasikan layar elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di BEI, di Jakarta, Kamis (26/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung mendokumentasikan layar elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di BEI, di Jakarta, Kamis (26/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Melesat Naik 20,49%, BBRI Jawara Saham Sektor Perbankan

Listyorini, Kamis, 26 Maret 2020 | 17:26 WIB

JAKARTA, Investor.id – Kamis ceria. Hari ini saham-saham unggulan terus mengumpulkan poin-poin penguatan. Emiten sektor keuangan seolah berlomba untuk naik dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi jawaranya, berhasil menguat 20,49%.

Pada perdagangan Kamis (26/3/2020), indeks harga saham gabungan ditutup naik 401,27 atau 10,19% menjadi 4.339. Berdasarkan data dari Philip Sekuritas, asing di pasar reguler mencatatkan pembelian (net buy) sebesar 646,54 miliar. Indeks saham LQ45 naik 14,92% dengan total nilai transaksi mencapai Rp 12,75 triliun.

Tercatat sektor pendorong indeks adalah saham barang konsumsi naik 13%, keuangan naik 12.96% dan infrastruktur naik 11.43%.Saham-saham sektor perbankan mendominasi transaksi sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini.

BBRI, hari ini mencatatkan kenaikan spektakuler sebesar 20,49% diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 17,33%. Demikian dengan bank buku IV lainnya. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 15,8%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 13,61%, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) menguat 16,72%, PT Bank Niaga Tbk (BNGA) naik 7,14%, dan PT Pan Indonesia Tbk (PNBN) naik 18,6%.

"Asing mulai mengakumulasi saham-saham perbankan karena harganya sudah cukup murah," kata Takumi dari Investa, komunitas investor di BEI. Menurut dia, BBRI, BBCA, dan BMRI banyak dibeli asing. Hanya saja, kata dia, pasar masih berhati-hati karena ketidakpastian ekonomi sebagai dampak penyebaran wabah virus corona (COVID-19).

Hari ini, IHSG berkibar sendirian, karena kemarin libur pada saat pasar global mengalami rally penguatan cukup tajam. Indeks Nikkei 225, hari ini, turun negatif 4,51%, Hang Seng negatif 0,74%, dan Kospi turun 1,09%.

Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, membeberkan kenapa IHSG bisa menguat sendirian di Asia pada perdagangan Kamis ini. "Selama kita tutup, kemarin, bursa-bursa utama dunia mencatatkan kenaikan tajam terutama di AS karena solusi pemberian insentif ekonominya sudah disetujui. Jadi kali ini IHSG juga mengikuti pola pergerakan indeks dunia," jelasnya.

Seperti diberitakan Investor Daily, akhirnya Senat AS menyetujui paket stimulus fiskal yang diajukan Pemerintah Trump sebesar US$ 2 triliun untuk mengatasi wabah virus corona (COVID-19). “Ini adalah tingkat investasi masa perang ke negara kita," kata Pemimpin Mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell.

Proses persetujuan stimulus fiskal tersebut cukup alot. Paket yang diajukan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin itu antara lain meliputi US$ 500 miliar akan diberikan dalam bentuk tunai dan US$ 500 miliar sisanya untuk usaha kecil. Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak yang akan diberikan pemerintah AS sebesar US$ 300 miliar. Kalau dihitung, bantuan tersebut jauh melampaui paket yang dikeluarkan saat krisis keuangan global 2008 lalu.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN