Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
MIND ID. Foto: IST

MIND ID. Foto: IST

Melihat Lagi Laba MIND ID yang Spektakuler, Meroket 7.318%

Sabtu, 8 Mei 2021 | 08:08 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA - Keputusan pemerintah mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia mulai membuahkan hasil. Hal itu tampak nyata pada laporan keuangan konsolidasi induk perusahaan tambang milik pemerintah,  Mining Industry Indonesia (MIND ID). 

Sesuai keputusan Kementerian BUMN,  MIND ID menjadi induk usaha dari  PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk. Gabungan BUMN ini baru saja mencatatkan  pertumbuhan kinerja yang spekatakuler selama tahun 2020.

Berdasarkan laporan publikasi,  MIND ID  berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun pada 2020 atau meningkat 7.318%  dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp24,5 miliar. Lonjakan laba bersih ini merupakan buah dari upaya manajemen melakukan pembenahan pada operasional perusahaan. 

“Di tengah tantangan pandemi Covid-19, Perusahan berhasil mencatat kinerja yang positif. Pencapaian ini merupakan refleksi atas kapabilitas Insan MIND ID dalam merespon perubahan dan dinamika akibat pandemi yang mengharuskan pelaksanaan kegiatan operasional berdasarkan kebiasaan baru," kata CEO Grup MIND ID Orias Petrus Moedak dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Jumat (7/5).

Selama tahun 2020, perusahaan yang dipimpin Orias Petrus Moedak ini  berupaya mendorong penerapan tata kelola  industri pertambangan yang disesuaikan dengan pandemi Covid-19 di seluruh Grup MIND ID. Seluruh anggota  Grup MIND ID berupaya meningkatkan efektivitas kinerja produksi dan penjualan, efisiensi, serta inovasi pada sisi operasional. 

Berbagai upaya manajemen dalam  mengoptimalkan peluang pertumbuhan,  mempertahankan daya saing, sambil memastikan pelaksanaan protokol kesehatan berdampak sangat signifikan. Terbukti capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tahun 2020 mencapai Rp11,3 triliun atau meningkat  33,8% dibandingkan tahun 2019  sebesar Rp8,4 triliun.

MIND ID juga  berupaya memastikan efektivitas kinerja produksi dan penjualan untuk seluruh komoditas mineral,  mulai dari emas & jasa pemurnian logam mulia, batubara, logam timah dan tin solder, aluminium, feronikel, dan bijih nikel. Akhasil, laba kotor tahun 2020 mencapai Rp11,6 triliun dan laba usaha sebesar Rp5,1 triliun.

Perusahaan juga senantiasa terus meningkatkan portofolio pengelolaan komoditas mineral melalui akuisisi untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis. Buah dari rangkaian kerja keras itu  terefleksi pada laba bersih tahun  2020 yang mencapai  Rp1,8 triliun atau meningkat 7.318% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp24,5 miliar.

Lonjak laba yang signifikan tidak lepas dari peningkatan  pendapatan grup yang mencapai  Rp66,6 triliun selama tahun 2020. Tiga kontributor terbesar pendapatan perusahaan berasal dari komoditas emas sebesar 29,1%, batubara 25,9%, dan timah 21,5%. Sedangkan aluminium berkontribusi 9,8%, feronikel 7%, bijih nikel 2,9% dan lain-lain sebesar 3,7%.

“Di tahun 2021, perusahaan akan tetap mempertimbangkan kesempatan-kesempatan baru yang berpotensi mendukung peluang pertumbuhan bisnis dengan tetap melakukan mitigasi risiko secara terukur," ujar Orias. 

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN