Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
NFC Indonesia.

NFC Indonesia.

Melonjak 49%, Pendapatan NFC Indonesia Tembus Rp 5,92 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2020 | 17:56 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) pada Januari-September 2020 membukukan pendapatan Rp 5,92 triliun, melonjak 49,12% dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp 3,97 triliun. Kendati demikian, laba bersih perseroan turun 18,79% menjadi Rp 42,93 miliar.

Direktur NFC Indonesia, Abraham Theofilus menjelaskan, penurunan laba perseroan terjadi akibat meningkatnya beban operasi sejalan dengan strategi mempercepat penetrasi pasar dan persaingan bisnis.

Dalam jangka panjang, menurut Abraham, perseroan optimistis investasi jangka pendek itu akan memberikan manfaat yang lebih besar pada masa mendatang.

"Hingga akhir tahun, kami akan fokus me-maintain berbagai inisiasi yang memiliki keterkaitan dengan transaksi tanpa tatap muka dan platform loyalty. Kami juga tetap berkomitmen mengembangkan ekspansi bisnis digital advertising," ujar Abraham Theofilus saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Kamis (22/10).

Abraham mengungkapkan, pendapatan perseroan masih didominasi agregator produk digital sebesar Rp 5,85 triliun, sedangkan sisanya sebesar Rp 72 miliar berasal dari segmen iklan berbasis cloud.

Dari segi pelanggan, kata dia, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Qerja Manfaat Bangsa menjadi pelanggan terbesar perseroan dengan kontribusi lebih dari 10%, masing-masing Rp 931,92 miliar dan Rp 887,95 miliar.

Selanjutnya PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) dengan kontribusi Rp 259,85 miliar dan Rp 167,69 miliar. "Pelanggan lainnya menyumbang di bawah Rp 100 miliar terhadap pendapatan perseroan," tutur Abraham.

Menurut Abraham Theofilus, sejalan dengan naiknya pendapatan, sejumlah beban turut mengalami kenaikan, salah satunya beban pokok pendapatan yang terkerek naik 51,16% menjadi Rp 5,85 triliun dari sebelumnya Rp 3,87 triliun.

"Meningkatnya beban pokok ini menekan laba bruto, sehingga turun 17,93% menjadi Rp 78,79 miliar. Perseroan menanggung beban umum dan administrasi sebesar Rp 30,30 miliar, meningkat 31,85%. Namun, beban penjualan menurun 12,42% atau setara Rp 2,61 miliar," papar dia.

 

 

 

 


 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN