Menu
Sign in
@ Contact
Search
IST

IST

Mengenal Perkembangan Web3 untuk Industri Kreatif Indonesia

Sabtu, 19 Nov 2022 | 13:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Inovasi dalam industri cryptocurrency yang berbasis teknologi blockchain terus berkembang salah satunya Web3, generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Dalam era Web3, internet yang bergerak dengan sistem desentralisasi di mana pemain besar dunia maya tidak dapat mendominasi dan memonopoli.

Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin mengungkapkan, dunia Web3 masih sangat baru, untuk itu fokusnya harus kepada edukasi dan Web3 mudah diakses. Pengalaman mengakses Web3 saat ini masih cukup rumit dengan banyaknya step-step yang perlu dilewati, jadi terlalu complicated untuk pengguna baru. Padahal Web3 bisa memberikan benefit yang besar dan berpotensi merevolusikan berbagai industri, salah satu contohnya bagi dunia gaming.

Baca juga: Survei: Investor Indonesia Tetap Optimis di Tengah Musim Dingin Kripto

“Jumlah gamers di Indonesia sangat banyak mencapai ratusan juta orang dan kita bisa bayangkan melalui pengaplikasian Web3, gamers tidak hanya sekadar bermain, tapi bisa berpenghasilan,” ungkapnya, Sabtu (19/11/2022).

Advertisement

Menurut Timothius, industri game di Indonesia tumbuh sangat pesat, berdasarkan data dari Statista, jumlah users di industri video games di Indonesia diproyeksikan bisa mencapai 126,4 juta pada tahun 2027. Adapun masih menurut Statista, revenue yang bisa dihasilkan dari industri game dapat mencapai US$ 1,069 juta di tahun 2022.

Baca juga: Perlindungan Data Konsumen Kripto Wajib Dilakukan

Timothius menambahkan, kehadiran Web 3.0 dapat merevolusi ekonomi digital di masa depan. Contohnya, di industri gaming, gamers tidak hanya menghabiskan uang tapi bisa menghasilkan juga dalam bentuk kripto ataupun NFT yang memiliki nilai. Di industri seni pun sama, mereka tidak hanya menunjukkan karyanya, tetapi bisa bisa dengan mudah menjual hasil karyanya. Jadi Web3 banyak sekali membuka kesempatan untuk para creator dapat menjadi besar dan meraih sumber pendapatan baru.

Finfolk Conference 2022 telah berlangsung pada 17-18 November 2022.

“Saya rasa gelaran event seperti Finfolk Conference ini dapat menjadi wadah informasi baru untuk para creator mengenal lebih jauh mengenai Web3,” ujar Timothius.

Finfolk Conference 2022 telah berlangsung pada 17–18 November 2022. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema besar ‘The Winter Money’, yang bertujuan untuk membantu para investor, wirausahawan baru, dan anak muda Indonesia dalam menghadapi cuaca dingin yang diprediksi akan segera terjadi dari New Economy yang menakutkan dengan cara yang lebih percaya diri.

Baca juga: Investor Mulai Akumulasi, Pasar Kripto Masih Sideways

Konferensi yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta dan diisi lebih dari 30 pakar yang berasal dari Top Disrupting Industry in Indonesia. Diharapkan melalui konferensi ini para peserta bisa memahami lebih banyak tentang investasi, ride the right cycle, collect a sustainable portfolio multibagger, dan menghadapi 'musim dingin' dengan perlengkapan yang tepat.

“Kami mengapresiasi inisiatif kegiatan Finfolk Conference 2022. Seiring meningkatnya penetrasi aset kripto, blockchain, hingga Web3 harus diimbangi dengan edukasi yang baik agar pertumbuhan ini dapat berjalan dengan positif dan memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia,” tutup Timothius.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com