Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternakan ayam Japfa Comfeed. Foto: DEFRIZAL

Peternakan ayam Japfa Comfeed. Foto: DEFRIZAL

Menjaga Pertumbuhan Japfa Comfeed

Selasa, 3 Agustus 2021 | 10:07 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Segmen bisnis pembibitan ayam akan menopang pertumbuhan kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di tengah penurunan margin keuntungan bisnis pakan ternak. Sementara itu, sektor perunggasan didukung oleh berlanjutnya program culling (pemusnahan) oleh pemerintah untuk memangkas kelebihan pasokan ayam di pasaran.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengungkapkan, Japfa ditopang oleh segmen bisnis pembibitan ayam, seiring dengan kenaikan harga jual ayam usia sehari (day old chicks/DOC) dalam beberapa bulan terakhir. Begitu juga dengan harga daging ayam yang menunjukkan perbaikan sejak Juni tahun ini.

“Kenaikan kedua segmen tersebut diharapkan membuat kinerja keuangan Japfa tetap bertumbuh. Di sisi lain, perseroan bisa mengurangi tekanan pelemahan bisnis pakan ternak,” tulis dia dalam risetnya.

Victor memperkirakan pertumbuhan pendapatan Japfa bisa mencapai 21% tahun ini. Sedangkan margin kotor perseroan diharapkan mencapai 20,1% atau hampir sama dengan realisasi tahun lalu.

Tidak adanya peningkatan margin dipicu oleh penurunan margin keuntungan bisnis pakan ternak setelah terjadi kenaikan harga bahan baku.

Harga saham JPFA dalam satu dekade terakhir
Harga saham JPFA dalam satu dekade terakhir

Segmen bisnis DOC diproyeksikan tumbuh pesat tahun ini, seiring dengan kenaikan rata-rata harga jual dan volume penjualan. Kondisi berbalik akan melanda bisnis pakan ternak dengan peluang penurunan setelah terjadi kenaikan harga pembelian bahan baku.

Perseroan juga memperkirakan bisnis pengolahan daging ayam So Good Food (SGF) mengalami penurunan tingkat profitabilitas tahun ini.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham JPFA dengan target harga Rp 2.100.

Target harga tersebut mempertimbangkan pemulihan harga jual ayam pedaging dan DOC.  Adapun laba bersih Japfa tahun ini diproyeksikan naik menjadi Rp 1,84 triliun dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 1,13 triliun.

Pendapatan perseroan juga diperkirakan meningkat dari Rp 36,96 triliun menjadi Rp 44,8 triliun.

Peternakan ayam Japfa Comfeed. Foto: DEFRIZAL
Peternakan ayam Japfa Comfeed. Foto: DEFRIZAL

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A Fauni mengungkapkan, berlanjutnya program culling induk ayam menjadi katalis positif terhadap emiten peternakan. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa margin keuntungan lebih baik dalam beberapa kuartal mendatang.

“Pemerintah tengah melaksanakan program culling untuk 71 juta telur penetas. Program ini akan berlangsung selama 19 hari terhitung sejak 10 Juli hingga 11 Agustus 2021. Program ini merupakan yang keenam sepanjang tahun ini dan menjadi program terbesar tahun ini,” tulis Emma dalam risetnya.

Kinerja keuangan Japfa Comfeed
Kinerja keuangan Japfa Comfeed

Pemerintah juga mengharuskan integrator untuk menyerap sebanyak 31 juta ayam hidup untuk diolah di rumah potong.

“Kami memperkirakan intervensi pemerintah tersebut sebagai upaya antisipasi di tengah peluang penurunan permintaan selama PPKM,” jelas dia.

Mirae Asset Sekuritas mempertahankan overweight untuk saham sektor peternakan dengan pilihan teratas JPFA. Saham JPFA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.500. Target harga tersebut mempertimbangkan kuatnya ekspansi perseroan dalam beberapa tahun terakhir yang bakal melambungkan kinerja keuangan setelah pasar pulih.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN