Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham melalui layar monitor. (Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Investor memantau pergerakan saham melalui layar monitor. (Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Menu Saham Menjelang Ramadan, Silakan Pilih

Minggu, 27 Maret 2022 | 21:09 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah saham di sektor barang konsumen yang bergerak cepat (fast-moving consumer goods/FMCG) diyakini masih memiliki potensi penguatan harga secara signifikan, terlebih ada momentum bulan Ramadan dan Lebaran.

Saham-saham tersebut antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Baca juga: 10 Saham Paling Top nih, Surya Esa (ESSA) Masuk

Selain itu, saham PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

“Saham-saham tersebut sudah mengalami penurunan yang cukup dalam, sehingga masih ada potensi untuk tumbuh 10%-15%,” kata analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo kepada Investor Daily.

Meskipun terdapat potensi pertumbuhan, saham-saham tersebut masih dapat terpengaruh dari sentimen Rusia dan Ukraina, apabila kedua negara itu kembali memanas. Sentimen ini dinilai dapat menaikkan harga komoditas dan mempengaruhi harga bahan baku.

“Kami melihat saham-saham FMCG itu masih layak dikoleksi karena secara valuasi masih murah, tetapi perlu diperhatikan juga perkembangan risiko yang ada,” ujar dia.

Adapun target harga INDF Rp 7.300 dengan ekspektasi PER pada 2022 sebesar 7,27 kali dan PBV 0,56 kali. Target harga ini untuk jangka waktu 12 bulan ke depan. Sedangkan target harga ICBP sebesar Rp 9.900 dengan ekspektasi PER 13,5 kali dan PBV 0,8 kali. Target harga AMRT Rp 1.510 dengan ekspektasi PER 25,76 kali dan PBV 4,6 kali.

Baca juga: Persaingan 10 Emiten Besar, Chandra Asri (TPIA) Geser Bank Jago (ARTO)

Sementara itu, analis HP Sekuritas Mayang Anggita dan junior research associate HP Sekuritas Ezaridho Ibnutama menyampaikan, kenaikan harga komoditas memberikan dampak terhadap kinerja sektor FMCG. “Kami melihat kenaikan harga komoditas akan memberatkan konsumen. Selain itu, adanya bisnis baru selama pandemi membuat minat konsumsi masyarakat sulit diprediksi,” jelas Mayang dan Ezaridho kepada Investor Daily.

Mayang dan Ezaridho merekomendasikan buy on break INDF dengan target harga Rp 6.250-6.350 dalam jangka pendek. ICBP disarankan buy on break dengan target harga Rp 7.800-8.000/Rp 8.300-8.400.

Kemudian, UNVR direkomendasikan buy on break dengan target harga Rp 3.800 dalam jangka pendek. CPIN disarankan buy on break dengan target harga Rp 5.950-6.100/Rp 6.275-6.400. GGRM disarankan buy on break dengan target harga Rp 32.000.

Lalu, GOOD direkomendasikan buy on break dengan target harga Rp 570-580 untuk jangka pendek. MYOR disarankan buy on break dengan target harga Rp 1.830/1.935. AISA juga direkomendasikan buy on break dengan target harga Rp 190-193.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN