Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak

Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak

Menuju IPO Saham, Bukalapak Disuntik BRI Ventures

Kamis, 15 April 2021 | 14:03 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) menguncurkan investasi strategis ke unicorn Tanah Air, Bukalapak. Hal ini merupakan bagian dari komitmen BRI Ventures untuk terus mendorong inklusi keuangan di Indonesia dan menciptakan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan.

BRI Ventures belum menjelaskan detail nilai suntikan dana tersebut. Komitmen BRI Ventures ini merupakan bagian dari kegiatan pendanaan strategis yang dilakukan Bukalapak sejak akhir tahun lalu. Saat ini, Bukalapak telah menjangkau lebih dari 13,5 juta UMKM dan didukung sebanyak 100 juta pengguna di seluruh Indonesia.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, investasi strategis bersama Bukalapak ini sangat penting untuk dilakukan, karena sejalan dengan misi BRI Group dalam mendukung UMKM. Khususnya dalam pertumbuhan UMKM digital yang diyakini akan menjadi pembangkit ekonomi nasional ke depan. Hal ini juga merupakan bagian dari komitmen BRI Ventures untuk terus mendukung kemajuan ekosistem startup digital.

“Kami berharap, dengan bersatunya dua perusahaan dengan misi yang sejalan, percepatan akselerasi penetrasi digital di Indonesia dapat diwujudkan,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4).

BRI Ventures berupaya membantu menciptakan akses pasar dan dukungan bisnis yang merata. Hal ini juga merupakan fokus perusahaan untuk menjadikan ketahanan bisnis UMKM semakin kuat dan mampu memiliki bisnis yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, data Bank Indonesia mencatat terdapat 87,5% UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Namun, bagi 27,6% UMKM yang menjalankan usahanya secara online justru mengalami peningkatan. “Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi UMKM untuk dapat beradaptasi dengan dunia digital untuk dapat terus berkembang,” kata Nicko.

Rencana IPO

Laporan Reuters pada Rabu (14/4) mengungkapkan, Bukalapak berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi. Aksi ini akan dilakukan sebelum perusahaan tercatat di bursa Amerika Serikat (AS) melalui jalan merger dengan special purpose acquisition company (SPAC).

Bukalapak juga dikabarkan telah mengantongi pendanaan baru hingga US$ 234 juta baru-baru ini. Putaran pendanaan tersebut dipimpin oleh Microsoft, Sovereign Wealth Fund GCI Singapura, dan Emtek. Selain itu, investor lain yang ikut terlibat adalah SC Ventures, Standard Chartered dan Naver Corp.

Bukalapak diperkirakan menghadapi persaingan ketat di pasar publik, seiring dengan rencana unicorn lain untuk go public. Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia dikabarkan hampir menyelesaikan merger untuk kemudian mencatatkan saham di bursa AS dan Indonesia.

Tak ketinggalan, Traveloka juga bersiap melakukan aksi yang sama dengan SPAC Bridgetown Holdings Ltd. Kesepakatan ini berpotensi membuat valuasi Traveloka menjadi sekitar US$ 5 miliar. Pada 2020, valuasi Traveloka diperkirakan telah mencapai US$ 2,75 miliar.

Langkah serupa turut disiapkan Grab Holdings Inc yang sepakat melakukan merger dengan SPAC Altimeter Growth Corp. Perusahaan baru hasil merger akan tercatat dengan kode GRAB di Nasdaq dalam beberapa bulan mendatang. Aksi ini berpotensi menjadi penawaran saham terbesar yang pernah ada oleh perusahaan Asia Tenggara di bursa AS.

Nilai transaksi yang diusulkan Grab untuk proforma ekuitas awal sekitar US$ 39,6 miliar dengan ukuran investasi swasta pada ekuitas publik (private investment in public equity/PIPE) senilai US$ 4 miliar. Alhasil, dana tunai yang akan dikantongi Grab sekitar US$ 4,5 miliar.

Group CEO and Co-founder Grab Anthony Tan mengatakan, pihaknya dengan bangga bisa mewakili Asia Tenggara di pasar publik global. Aksi ini adalah tonggak perjalanan perusahaan untuk membuka akses bagi semua orang mendapatkan manfaat dari ekonomi digital.

“Aksi ini bahkan lebih penting karena wilayah kami pulih dari pandemi Covid-19. Itu juga sangat menantang bagi kami, tetapi sangat mengajari kami tentang ketahanan bisnis,” kata dia dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN