Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang Emas. Foto Ilustrasi: IST

Tambang Emas. Foto Ilustrasi: IST

Merdeka Copper Lanjutkan Proyek Tambang Tujuh Bukit

Selasa, 29 September 2020 | 21:10 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memastikan akan tetap melanjutkan investasi di proyek Tambang Tujuh Bukit dan studi kelayakan AIM setelah insiden rekahan di permukaan pelataran pelindian di tambang di Banyuwangi, Jawa Timur iru karena memiliki dana pendanaan yang cukup.

Corporate Communication PT Merdeka Copper Gold Tbk,Tom Malik, menjelaskan pada 30 September 2020, perseroan akan memiliki cadangan kas sekitar US$ 80 juta setelah pembayaran amortisasi utang terjadwal sebesar US$ 10 juta.

"Perseroan mengantisipasi bahwa akan memiliki pendanaan yang cukup untuk melanjutkan investasi di Proyek Tembaga Tujuh Bukit dan studi kelayakan AIM," terang dia, Selasa (29/9/2020).

Dia juga menegaskan bahwa berdasarkan perkiraan tidak ada emas hilang dari cadangan. produksi akan ditangguhkan karena insiden ini. Perseroan juga sedang mengupayakan untuk meningkatkan potensi cadangan bijih di situs melalui eksplorasi dan pengoptimalan ulang desain lubang tambang untuk menarik keuntungan dari harga emas yang lebih tinggi saat ini.

"Pengumuman lebih lanjut akan dilakukan segera setelah pekerjaan desain remediasi selesai dan perkiraan produksi rinci telah disiapkan," tutup Tom.

Lebih lanjut Tom memaparkan bahwa pada Sabtu (12/9/2020) pagi lalu, telah ditemukan rekahan di permukaan pelataran pelindian atau Heap Leach Pad. Atas kejadian itu, karyawan dan peralatan pun segera diamankan dari lokasi tersebut. Pada sore harinya di hari yang sama terjadi pergeseran dari sebagian dari lereng hamparan bijih. Pergeseran materi tersebut menyebabkan kerusakan pada jalur perpipaan dan peralatan pompa.

"Namun, kejadian ini tidak menimbulkan korban cedera di kalangan karyawan ataupun memberikan dampak buruk bagi lingkungan," tandasnya.

Saat ini untuk operasi penambangan terbuka, pabrik persiapan bijih dan irigasi pada pelataran pelindian untuk sementara ditangguhkan sampai investigasi insiden dan pekerjaan remediasi selesai.

Diperkirakan rancangan pekerjaan remediasi akan siap pertengahan Oktober. Pergeseran muka tanah terus dipantau dengan prisma yang mengukur pergerakan.

"Pengukuran menunjukkan bahwa pergeseran muka tanah mulai stabil sehingga memungkinkan pekerjaan remediasi," terang Tom.

Saat ini, pengurasan cairan dari heap leach pad dikumpulkan di kolam air proses. Cairan kemudian diproses melalui pabrik ADR dan sirkuit detoksifikasi yang menghasilkan tingkat produksi emas yang lebih rendah.

"Hal ini diperkirakan akan berlanjut selama kuartal keempat. Perseroan tidak mengantisipasi dampak lingkungan buruk dari kejadian ini. Pompa dan infrastruktur lainnya telah diselamatkan dan dapat digunakan untuk kembali beroperasi," ucap Tom.

Ia mengungkapkan, perseroan bekerja sama dengan banyak ahli dalam perancangan pelataran pelindian (heap leach design) untuk menentukan penyebab insiden agar tidak terulang kembali di masa mendatang.

Saat ini, irigasi pelataran pelindian tidak akan dilakukan pada kuartal ke empat. Produksi akan berasal dari pemrosesan larutan yang diambil dari pelataran pelindian.

Penjualan sekitar 10.000 ounce diharapkan untuk kuartal ke empat. "Total produksi tahun ini diperkirakan 154.000 sampai 160.000 ounce," terang Tom.

Perseroan merencanakan perbaikan yang bertujuan untuk memulai kembali produksi secara berkelanjutan. Apalagi, diperkirakan sekitar sepertiga dari heap leach pad tidak terpengaruh oleh pergeseran permukaan tanah.

perseroan juga memastikan pemompaan dan pemipaan tambahan telah terpasang kembali (menggunakan pompa yang dipulihkan),

"Perseroan memerkirakan bahwa irigasi pelataran dapat dimulai kembali pada Januari 2021," tandas Tom.

Perseroan memiliki polis asuransi yang komprehensif termasuk untuk kerusakan material dan gangguan usaha. Penanggung asuransi telah diberitahu tentang kejadian tersebut dan penilai kerugian telah ditunjuk oleh perusahaan asuransi. Kunjungan penilai kerugian telah dilaksanakan dan Perseroan menyediakan informasi agar klaim dapat dinilai.

"Proses ini diperkirakan akan membutuhkan waktu hingga dua bulan," tutup Tom.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN