Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indocement

Indocement

Merivisi Turun Target Indocement

Parluhutan Situmorang, Kamis, 16 April 2020 | 07:11 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menghadapi tantangan berat akibat dampak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut berpotensi menekan permintaan semen akibat penundaan sejumlah proyek properti dan infrastruktur. Sedangkan penurunan harga energi bisa menjadi sentimen positif terhadap keuntungan perseroan tahun ini. Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi mengungkapkan, adanya imbauan bekerja dari rumah bakal berdampak pada penghentian sementara proyek-proyek properti maupun infrastruktur terumata pada semester I-2020.

Selain itu, penyerapan semen secara ritel diperkirakan turun dengan adanya social distancing yang menyebabkanberkurangnya jam buka distributor dan toko bangunan. “Faktor tersebut mendorong kami untuk merevisi turun target volume penjualan Indocement sebesar 14,5% tahun ini menjadi 16,5 juta ton semen atau berkurang 12,9% dari pencapaian tahun 2019,” tulis Yosua dalam risetnya, baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, penurunan permintaan juga diperkirakan berimbas terhadap pelemahan rata-rata harga jual berkisar 2% tahun ini.

“Kondisi tersebut mendorong kami untuk memangkas target pendapatan Indocement sebesar 17,3% menjadi Rp 13,9triliun tahun ini. Target tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 13% dari realisasi pendapatan tahun lalu,” jelas dia.

Pemangkasan target penjualan juga bakal berimbas terhadap perolehan laba bersihIndocement tahun ini. Begitu juga margin kotor (gross profit margin) perseroan diproyeksi turun sebesar 334 basis poin menjadi 33,71%.

“Dengan demikian, ekspektasi laba bersih perseroan dipangkas sekitar 38,1% menjadi Rp 1,2 triliun,” sebut Yosua.

Pabrik Indocement. Foto: DEFRIZAL
Pabrik Indocement. Foto: DEFRIZAL

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merekomendasikan hold saham INTP dengan target harga Rp 12.200. Target harga tersebut telah mempertimbangkan penurunan singifikan harga saham INTP dalambeberapa pekan terakhir dipicu pelemahan bursa global dan dalam negeri. Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan perkiraan PE tahun ini sekitar 33,9 kali dan PBV mencapai 1,9 kali.

Samuel Sekuritas memperkirakan penurunan penjualan Indocement menjadi Rp 13,87 triliun tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 15,93 triliun. Laba bersih juga diperkirakan turun dari Rp 1,83 triliun menjadi Rp 1,32 triliun.

Pandangan hampir senada diungkapkan analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin. Volume penjualan Indocement diproyeksikan cenderung stagnan atau di bawah target manajemen sebesar 3-4% tahun ini. Penurunan sebagai dampak pandemic Covid-19 yang bakal menekan permintaan semen di dalam negeri.

“Kami memangkas turun target volume penjualan semen perseroan tahun ini menjadi mendatar sebagai akibat proyeksi penurunan permintaan semen di dalam negeri setelah terimbas pandemic Covid-19,” tulis Mimi dalam risetnya.

Ekspektasi penurunan penyerapan semen dalam negeri mendorong Mirae Asset Sekuritas Indonesia untuk memangkas turun target volume penjualan dan pendapatan Indocement tahun ini.

“Kami memangkas turun volume penjualan semen perseroan dipicu atas rendahnya permintaan tahun ini. Penjualan perseroan diproyeksikan hanya tumbuh 1,1% menjadi Rp 16,1 triliun,” jelas dia.

Meski demikian, laba bersih Indocement direvisi naik menjadi Rp 2,2 triliun tahun ini atau bertumbuh 19,1%. Revisi naik tersebut menggambarkan kemampuan perseroan untuk menjaga margin keuntungan justru tetap stabil tahun ini.

Penurunan biaya energi bakal membuat beban produksi berkurang. Namun, dalam jangka panjang, tingkat rata-rata pertumbuhan tahunan laba bersih perseroan dipangkas menjadi 18,7% periode 2019-2014 dibandingkan periode sebelumnya berkisar 26,4%.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga direvisi turun dari Rp 19.200 menjadi Rp 14.200.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun ini. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih Indocement menjadi Rp 2,18 triliun tahun ini dibandingkan tahun lalu Rp 1,83 triliun. Pendapatan juga diharapkan bertumbuh dari Rp 15,93 triliun menjadi Rp 16,12 triliun.

Hingga akhir 2019, Indocement membukukan pendapatan sebesar Rp 15,94 triliun atau naik 4,9% dari realisasi 2018 sebesar Rp 15,19 triliun.

Pertumbuhan tersebut mendorong kenaikan laba bersih sebesar 60,26% menjadi Rp 1,83 triliun pada 2019 dibandingkantahun sebelumnya Rp 1,14 triliun.

Pertumbuhan pendapatan didukung oleh keberhasilan perseroan menjual sebanyak 18,1 juta ton semen atau hampirstagnan dengan realisasi penjualan 2018 mencapai 18 juta ton. Penjualan semen kepada pihak ketiga menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan yakni Rp 14,09 triliun, atau setara 88,3%.

Tahun ini, Indocement menyiapkan belanja modal sebesar Rp 1,4 triliun, yang sebagian akan digunakan untuk penyelesaian proyek refuse derived fuel (RDF) atau fasilitas pengolahan pengolahan sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara di Citeureup, Jawa Barat.

Selain itu, perseroan pun mengucurkan belanja modal untuk pengerjaan proyek pembangkit listrik yang dimiliki Pembangkit Listrik Negara (PLN) dan rivatilisasi turbin. Proyek tersebut berlokasi pada plant Indocement di Tarjun, Kalimantan Selatan.

Selain membiayai penyelesaian proyek yang sedang berjalan, perseroan mengalokasikan anggaran tersebut sebagai dana kerja operasional, seperti pemasangan bag filter di salah satu pabrik yang perseroan. Tahun 2020, perseroan mengincar pertumbuhan volume penjualan semen sekitar 3-4% menjadi 18,72 ton.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN