Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lahan Kelapa Sawit  (sumber: Antara)

Lahan Kelapa Sawit (sumber: Antara)

Meski Laba Turun, Tunas Baru Tetap Bagikan Dividen dan Ekspansi

Jumat, 21 Juni 2019 | 20:00 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA – PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan membagikan dividen sebesar Rp 133,55 miliar untuk tahun buku 2018. Dividen itu setara Rp 25 per saham.

Wakil Presiden Direktur Tunas Baru Lampung Sudarmo Tasmin mengatakan, rencana pembagian dividen telah disetujui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Jumat (21/6). Tahun lalu, laba bersih perseroan mencapai Rp 757,74 miliar atau turun 22,13% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 973,18 miliar.

Adapun pendapatan perusahaan tahun lalu turun 4,02% menjadi Rp 8,61 triliun dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 8,97 triliun. Tahun ini, perseroan optimistis pendapatan bisa bertumbuh 15%.

Karena itu, Tunas Baru mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 600-700 miliar tahun ini. Sumber dana capex berasal dari kas internal, namun tidak menutup kemungkinan untuk mencari pinjaman dari eksternal.

Perseroan akan menggunakan dana capex untuk pembangunan infrastruktur pada proyek-proyek kecil penunjang produksi. “Untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan,” kata Sudarmo.

Secara rinci, perseroan mengalokasikan dana untuk penambahan mesin operasional. “Kami akan coba memanfaatkan PFAD (palm fatty acid distillate). Dengan diolah sedikit, kami bisa buat bahan baku campuran untuk biodiesel," jelas dia.

Kemudian, dana capex juga dialokasikan untuk pembelian mesin yang dapat memproduksi bahan baku menjadi gliserin refine, sehingga hasil produksinya memiliki nilai tambah. Selama ini, perusahaan memproduksi dan menjual biodiesel dengan bahan baku crude gliserin atau gliserin mentah.

Tunas Baru juga mempertimbangkan untuk menambah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan dengan kapasitas produksi 45 ton per jam. Pada 2018, perseroan mampu memproduksi biodiesel 138 ribu ton. “Sebelumnya, pada 2017, kami hanya dapat memproduksi sekitar 25 ribu ton. Kenaikan yang signifikan terjadi karena program B20 pemerintah,” ujarnya.

Tahun ini, perseroan optimistis mampu meningkatkan target produksi biodiesel menjadi 200 ribu ton. Selain untuk memenuhi permintaan Pertamina, perseroan juga melakukan ekspor ke Tiongkok sejak kuartal IV-2018. Saat ini, perseroan sedang menjajaki perluasan pasar ke Vietnam dan Thailand.

Sementara itu, dalam RUPST, perseroan juga memberikan pendelegasian wewenang dan pemberian kuasa kepada dewan komisaris untuk menunjuk akuntan publik. Hal ini terkait audit laporan keuangan perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2019.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN