Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Meski Perusahaan Bertumbuh, 'Awareness' terhadap ESG Masih Perlu Ditingkatkan

Jumat, 28 Mei 2021 | 07:10 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, pencapaian perusahaan di Indonesia saat ini relatif baik, yang ditunjukkan dari peningkatan rata-rata nilai maupun individual perusahaan. Meski demikian, kesadaran (awareness) terhadap environmental, social, and corporate governance (ESG) masih perlu ditingkatkan.

Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengatakan, pada 2019, rata-rata nilai listed company di Indonesia berdasarkan hasil penilaian Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 70 atau meningkat 63%. “Penilaian ACGS pada 2019 tersebut terdapat 10 perusahaan tercatat yang berhasil masuk sebagai bagian dari asset class public listed company di Asean,” kata dia dalam webinar The 10th ACGS Implementation: Road to ESG in Indonesia, yang digelar IICD dan bekerjasama dengan BeritaSatu Media Holdings, Kamis (27/5).

Meski demikian, menurut Hoesen, berdasarkan hasil ACGS pada tahun itu, OJK menemukan bahwa awareness terhadap implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) dan ESG masih belum tinggi. Sedangkan tren saat ini investor lebih memilih berinvestasi pada perusahaan yang menerapkan ESG demi lingkungan yang lebih baik.

“ESG menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. ESG menjadi tantangan bagi penciptaan prinsip keuangan berkelanjutan. OJK terus berkomitmen dalam meningkatkan pelaksanaan prinsip keuangan berkelanjutan dengan menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan,” tutur dia.

Sejalan dengan itu, OJK telah menerbitkan POJK No 51 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. OJK senantiasa mendukung perusahaan publik pada indeks penguatan ESG.

Sementara itu, untuk mendukung GCG di Indonesia, Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) bersama OJK, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), dan beberapa institusi pegiat GCG menerbitkan Roadmap Tata Kelola Perusahaan Indonesia serta Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka yang bertujuan untuk meningkatkan praktik-praktik tata kelola emiten dan perusahaan publik agar dapat bersaing di kawasan Asean.

Ketua KNKG Mardiasmo mengatakan, dalam mendukung penerapan GCG, KNKG berkontribusi dengan melakukan penyusunan kembali, penyempurnaan, serta sosialisasi terkait regulasi untuk penerapan GCG di sektor korporasi dan publik di Indonesia untuk memperbaiki tingkat governansi Indonesia di tingkat regional maupun internasional.

Sebagai informasi, CG Conference yang diselenggarakan IICD diharapkan mampu menjadi media diskusi untuk meningkatkan praktik-praktik CG ke semua perusahaan publik di Indonesia, serta meningkatkan kesadaran pentingnya ESG di kalangan emiten dan investor pasar modal.

Chairman IICD Sigit Pramono mengemukakan, tujuan dari penyelenggaraan CG Conference sebagai bentuk dukungan penerapan ACGS di Indonesia, terutama dalam meningkatkan praktik tata kelola perusahaan. ACGS dan hasilnya juga digunakan oleh regulator sebagai acuan meninjau aturan dan pedoman tata kelola perusahaan.

Dalam perkembangannya, IICD mendukung pengenalan konsep ESG di Indonesia, dimana konsep tersebut pertama kali diusung oleh gerakan “Who Cares Wins” dari United Nations Global Compact pada 2004. “ESG menjadi faktor penting yang perlu diidentifikasi oleh perusahaan untuk mengelola risiko, serta memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan dengan peluang-peluang baru. Terlebih, para investor global menggunakan kriteria ESG untuk menghindari investasi yang berisiko,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN