Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu rumah sakit milik PT Metro Healthcare Indonesia. Foto: Metro Hospitals Group.

Salah satu rumah sakit milik PT Metro Healthcare Indonesia. Foto: Metro Hospitals Group.

Metro Healthcare Incar Dana Rp 1,1 T dari IPO, Simak Rinciannya

Ghafur Fadillah, Rabu, 19 Februari 2020 | 19:41 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Metro Healthcare Indonesia membidik dana segar sebesar Rp 1-1,1 triliun dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perseroan siap melepas sebanyak 10 miliar saham atau setara 30,07%, dengan harga penawaran Rp 102-110 per saham.

Metro Healthcare menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter). Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 17-21 Februari 2020, sedangkan pernyataan efektif dari OJK diharapkan pada 27 Februari 2020. Setelah itu, masa penawaran umum dijadwalkan pada 3-9 Maret 2020 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Maret 2020.

Direktur Utama PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. Henry Kembaren (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama Agustinus Widjaja (tengah) dan Direktur Dedi Tedjakusna disela penawaran umum perdana saham di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Perusahaan pengelola rumah sakit, PT Metro Healthcare Indonesia, siap melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering. Perseroan melepas sebanyak 10 miliar saham baru setara 30% saham ke publik dengan harga penawaran umum Rp 102 - Rp 110 per saham. Investor Daily/David Gita Roza
Direktur Utama PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. Henry Kembaren (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama Agustinus Widjaja (tengah) dan Direktur Dedi Tedjakusna disela penawaran umum perdana saham di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Perusahaan pengelola rumah sakit, PT Metro Healthcare Indonesia, siap melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering. Perseroan melepas sebanyak 10 miliar saham baru setara 30% saham ke publik dengan harga penawaran umum Rp 102 - Rp 110 per saham. Investor Daily/David Gita Roza

Direktur Utama Metro Healthcare Indonesia Henry Kembaren mengatakan, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk membangun sejumlah rumah sakit baru dan akuisisi lahan. Aksi itu akan dilakukan lewat anak usaha perseroan, PT Metro Global Medika, yang membawahi seluruh rumah sakit milik Metro Healthcare Indonesia.

“Sepenuhnya akan digunakan untuk meningkatkan modal pada PT Metro Global Medika, dengan rincian 30% dipinjamkan kepada PT Semesta Akasa Jayaraya dan sebesar 60% kepada enam entitas anak tidak langsung untuk akuisisi lahan dan pembiayaan pembangunan rumah sakit baru beserta peralatannya. Sisanya 10% untuk modal kerja," kata Henry, usai paparan publik di Jakarta, Rabu (19/2).

Dia menegaskan, tahun ini, perseroan akan fokus pada pembenahan aset yang telah dimiliki, seperti penambahan alat kesehatan dan peralatan penunjang kesehatan. Selain itu, ke depannya, perseroan akan terus berekspansi dengan membidik rumah sakit yang memiliki potensi yang besar dan berlokasi di daerah yang strategis.

"Apabila kami melihat peluang yang tinggi dengan mengakuisisi rumah sakit akan kami lakukan. Kami masih punya opsi untuk melakukan pinjaman dana ke bank, tentunya rumah sakit yang kami incar memiliki potensi kelas menengah atau mitra BPJS Kesehatan yang besar sebagai pangsa pasar utama," jelas dia.

Direktur Utama PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. Henry Kembaren (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama Agustinus Widjaja (tengah) dan Direktur Dedi Tedjakusna disela penawaran umum perdana saham di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Perusahaan pengelola rumah sakit, PT Metro Healthcare Indonesia, siap melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering. Perseroan melepas sebanyak 10 miliar saham baru setara 30% saham ke publik dengan harga penawaran umum Rp 102 - Rp 110 per saham. Investor Daily/David Gita Roza
Direktur Utama PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. Henry Kembaren (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama Agustinus Widjaja (tengah) dan Direktur Dedi Tedjakusna disela penawaran umum perdana saham di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Perusahaan pengelola rumah sakit, PT Metro Healthcare Indonesia, siap melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering. Perseroan melepas sebanyak 10 miliar saham baru setara 30% saham ke publik dengan harga penawaran umum Rp 102 - Rp 110 per saham. Investor Daily/David Gita Roza

Untuk penambahan peralatan kesehatan, menurut Henry, perseroan akan menambah kapasitas tempat tidur dan memperbarui dengan fasilitas dan sistem yang lebih modern, karena terbukti dapat meningkatkan okupansi rumah sakit. "Saat ini, kami tengah membangun rumah sakit baru yang berlokasi di Majalaya, Kabupaten Bandung, dengan kapasitas 300 kasur yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 300 miliar. Kami perkirakan operasionalnya pada 2021," ungkap dia.

Sementara itu, tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp 221 miliar atau naik 31,22% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 152 miliar. Tahun lalu, perseroan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 33 miliar.

"Kami memang belum cetak laba, karena beban pembiayaan akuisisi rumah sakit dan pembenahan lainnya. Tapi, saat ini, kami sudah mulai cetak laba walaupun kecil. Kami optimistis tahun ini bisa cetak laba Rp 16 miliar," pungkasnya.

Metro Healthcare Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan yang berfokus pada pasar kelas menengah pengguna fasilitas BPJS kesehatan. Perseroan telah memiliki tujuh rumah sakit, yakni RSIA Bunda Sejahtera, RSU Bina Sehat Mandiri, RSU Metro Hospitals Cikarang, RSU Metro Hospitals Cikupa, RSU Kartini, RSIA Mitra Husada, dan RSIA St Yusuf.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN