Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
MicroStrategy

MicroStrategy

MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:27 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan investasi MicroStrategy kembali menyerok Bitcoin (BTC) di saat harga aset kripto dengan kapitalisasi terbesar ini masih terseok-seok di area US$ 20.000. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini mengumumkan telah membeli 480 BTC senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 148 miliar.

Dalam sebuah surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Komisi Sekuritas dan Exchanges (SEC) Amerika Serikat bertitimangsa 29 Juni 2022, MicroStrategy membeli 480 Bitcoin pada periode Mei-Juni 2022, pada titik harga rata-rata US$ 20.817.

Advertisement

“MicroStrategy memperoleh sekitar 480 Bitcoin untuk sekitar US$ 10,0 juta tunai, dengan harga rata-rata sekitar US$ 20.817 per Bitcoin, termasuk biaya dan pengeluaran,” tulis surat tersebut.

Per tanggal 28 Juni 2022, perusahaan ini memilki total aset BTC sebanyak 129.699 keping dengan nilai pembelian US$ 3,98 miliar. Total pembelian aset tersebut dibeli dengan harga pembelian rata-rata US$ 30.664 perkeping. Artinya, pertanggal 29 Juni 2022,  Microstrategy tengah mengalami kerugian sekitar 34%.

Baca juga: Sambil Nantikan Titik Bottom Bitcoin, Investor Kripto Bisa Sejenak Bernafas Lega

CEO MicroStrategy Michael Saylor, dikenal sebagai Bitcoin Maximalist. Ia selalu optimis terkait dengan masa depan Bitcoin. Bahkan, ia percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi penyelamat di tengah badai ekonomi yang ia percayai bakal segera tiba. 

“Bitcoin adalah sekoci, dilempar ke lautan badai, menawarkan harapan kepada siapa pun di dunia yang perlu turun dari kapal mereka yang tenggelam. Kita menyaksikan kelahiran industri baru selama krisis keuangan terburuk dalam hidup kita,” ujarnya saat diwawancarai oleh CNN.

Saat pembelian BTC oleh Microstrategy, pergerakan Bitcoin sedang dalam fase kritis. Aset kripto ini kembali tersungkur di bawah harga US$ 20.000. Meski dengan cepat memantul kembali ke harga US$ 20.000, pergerakan BTC terpantau sangat melemah. 

Baca juga: Resesi Amerika Makin Nyata, Ini Pendapat 5 Miliarder Dunia dan Bagaimana Nasib Bitcoin?

Sementara itu, mengenai pergerakan pasar di minggu kelima Juni 2022, Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan, Bitcoin belum menunjukkan pergerakan harga yang signifikan di pekan ini. Saat analisis ini ditulis, Bitcoin bergerak di level support US$ 20,000 (sekitar Rp296  juta) dengan rata-rata pergerakan 200 minggu (200-week Moving Average) di angka US$ 22,500 (sekitar Rp333 juta), yang juga merupakan titik resistensi teratas yang terpenting. 

Jika Bitcoin mampu melewati kondisi saat ini, level selanjutnya yang perlu diperhatikan berada di kisaran US$ 30,000 (sekitar Rp444 juta).

“Di sisi lain, jika Bitcoin tidak dapat mempertahankan level support di US$ 20,000 (sekitar Rp296 juta), level support mingguan terdekat yang perlu diperhatikan juga adalah US$ 16,000 (sekitar Rp 237 juta),” katanya dalam riset, Kamis (30/6/2022)

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN