Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bukalapak (BUKA) listing di BEI, Jumat (6/8/2021). Foto: bukalapak

Bukalapak (BUKA) listing di BEI, Jumat (6/8/2021). Foto: bukalapak

Miliki Sejumlah Keunggulan, Berikut Prospek Saham Bukalapak (BUKA)

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:50 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Analis BNI Sekuritas Laksmita Febriyanti dan Patricia Gabriela mengungkapkan, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) merupakan pemimpin pasar untuk segmen business-to-business (B2B) e-commerce dari sisi total processing value (TPV) tahun 2021.

Bukalapak didukung oleh sejumlah keunggulan dibandingkan e-commerce lainnya, yaitu perseroan fokus merambah pasar ex-tier-1 yang memiliki pertumbuhan pasar yang lebih pesat dan perseroan memiliki pola pertumbuhan yang baik melalui Mitra Bukalapak dengan konsep online to offline (O2O).

Baca juga: Upaya Menuju Profitabilitas, Begini Prospek Saham Bukalapak (BUKA)

“Mitra Bukalapak menjadi mesin pertumbuhan bagi perseroan. Kami memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahunan pendapatan bersih dari segmen ini mencapai 85,6% untuk 2021-2024. Angka itu lebih pesat dibandingkan rata-rata pertumbuhan segmen marketplae sekitar 26,7%,” tulis Laksmita dan Patricia dalam riset terbaru.

Tidak hanya itu, emiten berkode saham BUKA tersebut didukung pembentukan perusahaan patungan AlloFresh untuk segmen FMCG. Perseroan juga akan didukung Itemku, yaitu platform gaming marketplace terkemuka di Indonesia dan bekerjasama dengan digital banking.

Selain faktor itu, BNI Sekuritas menyebutkan, Bukalapak memiliki kas internal yang kuat mencapai Rp 19,5 triliun sampai akhir Juni 2022 atau setara dengaan 59% dari kapitalisasi pasar. Dana yang besar tersebut memperkuat peluang perseroan untuk mencapai profitabilitas, karena perseroan tidak perlu mencari pendanaan dari luar untuk mendukung sejumlah ekspansinya.

Baca juga: Dari Rugi, Bukalapak (BUKA) Berbalik Untung Rp 8,5 Triliun!

Dengan berbagai langkah bisnis yang direalisasikan perseroan, BNI Sekuritas memperkirakan margin kontribusi BUKA diprediksi mulai positif akhir tahun ini dibandingkan dengan semester I-2021 dengan minus Rp 74 miliar. Sedangkan laba bersih perseroan diperkirakan mulai terealisasi pada 2024.

Adapun sentimen positif jangka pendek perseroan datang dari peningkatan take rate dan kontribusi margin. Berbagai faktor tersebut mendorong BNI Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BUKA dengan target harga Rp 390 per saham.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com