Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

MIND ID Percepat Akuisisi Saham Vale Indonesia

Farid Firdaus, Selasa, 12 November 2019 | 21:37 WIB

JAKARTA, investor.idHolding industri pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID) menargetkan akuisisi 20% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) rampung sebelum tutup tahun ini atau lebih cepat dari target semula. Sebab, saat ini valuasi akuisisi pengambilalihan saham Vale telah ditentukan.

Dalam pernyataan resmi sebelumnya, MIND ID dan Vale Indonesia bersama pemegang sahamnya berencana melakukan penandatanganan secara definitif pada akhir 2019 dan penyelesaian keseluruhan transaksi maksimal enam bulan setelah perjanjian definitif.

Wakil Menteri I BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, harga akuisisi saham Vale mengacu pada harga pasar di suatu titik tertentu. Dia enggan menjelaskan lebih lanjut, apakah harga pasar yang dimaksud adalah harga ketika perjanjian pendahuluan akuisisi diteken pada 11 Oktober 2019 atau saat perjanjian definitif nanti.

“Angkanya sudah ada, Cuma belum boleh disebutkan sekarang. Kami harapkan akhir tahun ini penyelesaiannya, supaya mereka (Vale) bisa rights issue, lalu transaksi,” jelas Budi di Jakarta, Senin malam (11/11).

Sebagai informasi, ketika masih menjabat sebagai direktur utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sekaligus CEO MIND ID, Budi pernah mengatakan bahwa valuasi 20% saham Vale ditaksir di bawah US$ 1,5 miliar. Penilaian itu berasal dari kajian internal. Namun, kini Budi tidak lagi merujuk kepada angka tersebut. “Sekarang prosesnya bukan di saya, tapi di teman-teman Inalum,” ujarnya.

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1706/32/DJB/2019 tanggal 8 Oktober 2019, Pemerintah Republik Indonesia telah menunjuk Inalum sebagai perwakilannya dalam mengambil alih 20% saham Vale untuk memenuhi kewajiban divestasinya.

Aksi ini dilanjutkan pada 11 Oktober, ketika MIND ID dan Vale Indonesia bersama dengan para pemegang sahamnya, Vale Canada Ltd dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd, menandatangani perjanjian pendahuluan untuk mengambil alih 20% saham divestasi Vale.

Divestasi 20% saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen kontrak karya tahun 2014 antara perseroan dan pemerintah yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut. Kontrak karya ini akan berakhir pada akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan.

Komposisi pemegang saham Vale Indonesia saat ini antara lain Vale Canada sebesar 58,73%, Sumitomo Mining sebesar 20,09% dan publik sebesar 20,49%.

Hingga kuartal III-2019, pendapatan Vale Indonesia mencapai US$ 506,46 juta atau turun 12,61% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 579,59 juta. Sementara, laba periode berjalan perseroan turun signifikan menjadi US$ 160 ribu dari US$ 55,2 juta year on year. Namun, laba periode berjalan itu lebih baik dibanding semester I-2019, ketika perseroan masih rugi periode berjalan sebesar US$ 26,17 juta.

Hal tersebut seiring dengan realisasi produksi dan penjualan nikel matte Vale Indonesia. Selama Januari-September 2019, perseroan memproduksi 50.531 ton nikel dalam matte, turun 6,81% dari 54.227 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, volume penjualan perseroan selama Januari-September 2019 mencapai 50.831 ton, turun 6,85% dari 54.569 ton pada periode sama tahun lalu. Rincian volume penjualan nikel matte perseroan selama sembilan bulan tahun ini antara lain, sebesar 13.080 ton pada kuartal I-2019, sebanyak 17.631 ton pada kuartal II-2019, dan 19.998 ton pada kuartal III-2019.

CEO MIND ID

Bergesernya Budi Gunadi Sadikin menjadi Wakil Menteri I BUMN membuat posisi direktur utama Inalum sekaligus CEO MIND ID lowong. Terkait hal ini, Kementerian BUMN telah menyerahkan sejumlah nama yang dicalonkan menempati posisi tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Proses penetapan ini akan melewati Tim Penilai Akhir (TPA).

Beredar kabar di pasar yang menyebutkan bahwa Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Arie Prabowo Ariotedjo merupakan calon kuat CEO MIND ID. Namun, belum ada konfirmasi dari Kementerian BUMN terkait hal tersebut.

Sementara itu, berdasarkan pengumuman resmi, Antam berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2019. RUPSLB ini merupakan bagian dari ketentuan anggaran dasar perseroan berkaitan dengan Komisaris Utama Antam Fachrul Razi yang telah diangkat menjadi Menteri Agama RI pada 23 Oktober 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA