Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja IHSG akhir sesi II, Selasa sore (22/9/2020). Sumber: BSTV

Kinerja IHSG akhir sesi II, Selasa sore (22/9/2020). Sumber: BSTV

Minim Sentimen Positif, IHSG Ditutup Terkoreksi 1,31% ke Level 4.934,09

Selasa, 22 September 2020 | 15:22 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dibuka di zona merah, turun 1,50% di bawah level 5.000, indeks harga saham gabungan (IHSG) Selasa (22/9/2020) tidak mampu keluar dari tekanan hingga akhir sesi II tertahan di zona merah.

Pelemahan indeks disebabkan minimnya sentimen positif baik dari dalam negeri maupun global.

Dari dalam negeri sentimen negatif datang dari pernyataan Menkeu Sri Mulyani tentang defisit APBN yang melonjak, perkiraan ekonomi yang terkontraksi hingga 1,7%, dan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan -0,8 dampai -1,7%. Selain itu penambahan kasus Covid-19 yang terus tinggi baik secara global maupun domestic juga menjadi sentimen negatif.

IHSG akhir sesi I tadi hanya mampu mengurangi pelemahannya, turun 39,66 poin atau 0,79% ke level 4.959,70 setelah perdagangan berjalan satu jam lebih.  

Indeks terpantau terkoreksi 43,37 poin atau 0,87% ke level 4.955.9 saat menutup sesi I.  

Seperti dilaporkan BeritaSatuTV langsung dari lantai bursa sekira pukul 15.02 WIB, indeks bahkan  terkoreksi lebih dalam dibanding sesi I. IHSG akhir sesi II terpangkas 65,27 poin atau 1,31% ke level 4.934.09.

Pelemahan juga dialami Indeks LQ45 yang terkikis 1,51% ke posissi 756.376.

Sebanyak 9,2 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan hingga akhir sesi II, dengan nilai perdagangan mencapai Rp 6,4 triliun, dan frekuensi perdagangan sebanyak 551.606 kali transaksi.

Seluruhnya atau 10 sektor berkinerja buruk dan menahan indeks di area negatif.

Pelemahan dipimpin sektor pertanian yang anjlok 2,5%, disusul sektor finance yang tergerus 1,97%, dan sektor consumer yang terkikis 1,2%, serta sektor pertambangan yang turun 1,18%.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN