Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi soket pompa oli cetak 3D terlihat di depan logo OPEC. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/File Photo)

Ilustrasi soket pompa oli cetak 3D terlihat di depan logo OPEC. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/File Photo)

Minyak Bergerak Datar Menanti Keputusan Pertemuan OPEC+

Rabu, 5 Oktober 2022 | 10:51 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, harga minyak bergerak terkonsolidasi jelang berlangsungnya pertemuan OPEC+ yang akan mempengaruhi arah pergerakan minyak selanjutnya. Laporan API serta isyarat OPEC+ untuk mengurangi produksi hingga 2 juta bph memberikan dukungan terhadap harga minyak, meski demikian sikap AS yang menentang rencana tersebut membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 1.77 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 30 September. Selain itu, untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 1.05 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS.

Baca juga: Korsel dan AS Tembakkan Rudal untuk Tanggapi Korut

“Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA),” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (5/10/2022).

Tim Research and Development ICDX menambahkan, fokus pasar juga tertuju pada pertemuan OPEC dan sekutunya hari ini (5/10/2022), yang akan memutuskan kebijakan terkait rencana pemangkasan produksi dalam skala besar. Dalam diskusi saat ini, aliansi 23 negara produsen itu membuka potensi pengurangan produksi hingga 2 juta bph, mengingat bahwa beberapa negara anggota bahkan sudah memproduksi di bawah kuota resmi dalam beberapa bulan terakhir, ungkap seorang delegasi pada hari Selasa.

Baca juga: Jokowi: Perang Rusia vs Ukraina Perparah Keadaan

“Keputusan yang akan disepakati oleh OPEC+ ini berpotensi mengubah arah keseimbangan pasokan di pasar global, yang sekaligus akan berdampak pada pergerakan harga minyak selanjutnya,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Sementara itu, AS berupaya keras membujuk agar OPEC+ tidak melanjutkan rencana pengurangan produksi minyak dalam pertemuan OPEC+ hari ini, dengan pertimbangan bahwa fundamental ekonomi tidak mendukung untuk langkah tersebut, ungkap seorang sumber yang dikutip dari Reuters. Selain itu, pemerintahan Biden telah meminta Departemen Energi AS untuk mengkaji terkait usaha meredam kenaikan harga bahan bakar di AS melalui rencana pelarangan ekspor bensin solar dan produk minyak lainnya selama 30 hingga 60 hari, ungkap seorang sumber pada hari Selasa.

Baca juga: Saham Twitter Melonjak 22% Setelah Musk Sepakati Harga Awal

Tim Research and Development ICDX menyebut, masih dari AS, pihak Gedung Putih membahas kemungkinan untuk mengesampingkan rencana pelarangan atau pembatasan ekspor gas alam terutama ke Eropa selama musim dingin ini, dalam upaya membantu mengurangi kekurangan energi di Eropa, ungkap dua sumber yang terlibat dalam diskusi pada hari Selasa.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 80 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com