Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

Minyak Jatuh Dipicu Data Ekonomi Tiongkok 

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak jatuh dan menetap ke level lebih rendah pada hari Senin. Hal ini dipicu data ekonomi Tiongkok yang mengecewakan. Menambah kekhawatiran resesi global yang diperkirakan akan mengurangi permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent turun US$ 3,05 (3,1%) menjadi US$ 95,10 per barel setelah turun 1,5% pada hari Jumat.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 2,68 (2,9%) menjadi US$ 89,41 setelah turun 2,4% di sesi sebelumnya.

Brent berjangka mendekati level terendah sejak sebelum Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari. Sementara WTI berjangka menyentuh level terendah pada Senin sejak awal Februari.

Bank sentral di Tiongkok, importir minyak mentah terbesar di dunia, memangkas suku bunga pinjaman untuk menghidupkan kembali permintaan karena data menunjukkan ekonomi melambat secara tak terduga pada Juli, dengan aktivitas pabrik dan ritel tertekan oleh kebijakan zero Covid di Beijing dan krisis properti.  

Baca juga: Isyarat Saudi Tambah Pasokan Buat Minyak Kian Terpukul

Output kilang negara itu turun menjadi 12,53 juta barel per hari (bph), terendah sejak Maret 2020, berdasarkan data pemerintahnya. 

Bank ING memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan PDB Tiongkok 2022 menjadi 4%, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,4%, dan mengatakan penurunan peringkat lebih lanjut dimungkinkan.

Open interest minyak mentah Brent bulan ini turun 20% dari Agustus tahun lalu.

"Open interest masih turun, dengan beberapa (pelaku pasar) tidak tertarik untuk menyentuhnya karena volatilitas. Itulah, menurut saya, alasan yang mengakibatkan volume yang lebih tinggi ke sisi bawah," kata analis minyak UBS Giovanni Staunovo, menambahkan bahwa pemicu penurunan pada hari Senin adalah data Tiongkok yang lemah.

Minyak umumnya dihargai dalam dolar AS, sehingga greenback yang lebih kuat membuat komoditas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca juga: Harga Minyak Saudi Aramco Dongkrak Laba 90%

Pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 juga menjadi fokus pada hari Senin. Pasokan minyak bisa meningkat jika Iran dan Amerika Serikat menerima tawaran dari Uni Eropa, yang akan menghapus sanksi terhadap ekspor minyak Iran, kata para analis.  

Iran akan menanggapi pada tengah malam pada hari Senin untuk rancangan teks ‘final’ Uni Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015, kata menteri luar negerinya, menyerukan Amerika Serikat untuk menunjukkan fleksibilitas untuk menyelesaikan tiga masalah yang tersisa.

Komponen pipa minyak yang rusak yang mengganggu produksi di beberapa anjungan lepas pantai Teluk Meksiko AS diperbaiki Jumat malam, mendorong produsen minyak untuk mengaktifkan kembali beberapa produksi yang dihentikan, kata seorang pejabat Louisiana pekan lalu.  

"Gangguan pasokan di beberapa anjungan minyak lepas pantai di wilayah pantai Teluk yang menambah kekuatan harga minggu lalu tampaknya telah stabil untuk saat ini dengan produksi yang dilanjutkan," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com