Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara

ilustrasi harga minyak sumber: Antara

Minyak Kembali Bangkit Dipicu Situasi di Norwegia dan Ekuador

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim Riset ICDX menyebut, harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish. Dipicu oleh kekhawatiran akan semakin ketatnya pasokan di pasar akibat aksi pemogokan pekerja di Norwegia serta kerusuhan di Ekuador. Meski demikian, tanda-tanda melonjaknya kembali kasus Covid-19 di TIongkok membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Riset ICDX menjelaskan serikat pekerja Lederne yang menaungi sekitar 15% pekerja industri minyak dan gas Norwegia pada hari Senin mengumumkan akan memulai aksi pemogokan pada tengah malam waktu setempat (2200 GMT pada hari Senin) di tiga ladang - Gudrun, Oseberg Selatan dan Oseberg Timur - dan akan diperluas ke tiga ladang lainnya - Kristin, Heidrun dan Aasta Hansteen - mulai tengah malam pada hari Rabu.

Aksi pemogokan tersebut diperkirakan akan memangkas produksi gas dan minyak masing-masing sebesar hampir 25% dan 15% pada hari Sabtu (8/7). Serikat pekerja juga menambahkan akan lebih meningkatkan aksi tersebut pada 9 Juli nanti, dengan pemogokan di platform Sleipner, Gullfaks A dan Gullfaks C.

Baca juga: Minyak Naik Terdorong Pasokan Ketat, Kalahkan Kekhawatiran Resesi

Tim Riset ICDX menambahkan, turut memperketat pasokan di pasar, kerusuhan selama lebih dari dua minggu telah menyebabkan produksi minyak Ekuador hilang sekitar 1.99 juta barel, ungkap perusahaan minyak milik negara Petroecuador.

Sementara itu, sinyal melonjaknya kembali kasus infeksi di Tiongkok memicu kekhawatiran akan kembali diberlakukan penguncian yang akan turut berdampak pada permintaan energi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Setelah pada hari Minggu, kota-kota di Tiongkok timur memperketat pembatasan akibat kluster virus Covid baru. Makau pada hari Selasa melaporkan 89 kasus baru, yang membuat total infeksi mencapai lebih dari 900 kasus sejak pertengahan Juni.

Baca juga: Sinyal Perang Diskon Harga Minyak Bebani Kinerja Emas Hitam

Tim Riset ICDX menambahkan, indikator lain yang dipantau oleh pasar adalah pengumuman dari Arab Saudi terkait harga jual resmi minyak untuk bulan Agustus yang hingga saat ini belum kunjung dirilis. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Reuters pekan lalu terhadap sembilan sumber penyulingan, diperkirakan harga jual resmi minyak mentah Arab Light andalan Saudi bisa naik sekitar US$ 2,40 per barel dari bulan sebelumnya.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$105 per barel,” tutup Tim Riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com