Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

Minyak Merosot ke Level Pra-krisis Ukraina

Rabu, 7 Des 2022 | 06:21 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id -  Harga minyak merosot pada akhir perdagangan yang hiruk pikuk Selasa waktu setempat (6/12/2022), ke tingkat penyelesaian terendah tahun ini. Setelah Brent berakhir di bawah US$ 80 per barel untuk kedua kalinya pada tahun 2022. Tertekan investor meninggalkan pasar yang bergejolak di tengah ekonomi yang tidak menentu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari anjlok US$ 3,33 (4%) menjadi menetap di US$ 79,35 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) terpangkas US$ 2,68 (3,5%) menjadi ditutup di US$ 74,25 per barel, penyelesaian terendah tahun ini.

Harga minyak telah turun lebih dari 1% selama tiga sesi berturut-turut, menyerahkan sebagian besar keuntungan mereka untuk tahun ini. Serangkaian berita bearish membuat investor ketakutan meskipun perang sedang berlangsung di Ukraina dan salah satu krisis energi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Baca juga: Tiongkok Isyaratkan Pelonggaran Lebih Lanjut, Minyak Ikut Menguat

Advertisement

"Sudah cukup tiga hari, dengan OPEC+ memutuskan untuk tidak memangkas produksi lebih lanjut pada Minggu (4/12/2022), dimulainya batas harga dan sanksi Rusia 'tanpa gigi' kemarin, dan penurunan di pasar ekuitas hari ini, mendorong spekulan minyak keluar di tengah pelarian dari aset-aset berisiko," kata Matt Smith, analis minyak utama di Kpler.

Aktivitas sektor jasa-jasa di Tiongkok mencapai titik terendah dalam enam bulan, dan ekonomi Eropa melambat karena tingginya biaya energi dan kenaikan suku bunga. Indeks-indeks acuan Wall Street juga jatuh pada Selasa (6/12/2022) di tengah ketidakpastian seputar arah kenaikan suku bunga Federal Reserve dan pembicaraan lebih lanjut tentang resesi.

Kemerosotan Selasa (6/12/2022) adalah penurunan harian terbesar dalam harga Brent sejak akhir September, yang telah diperdagangkan dalam kisaran US$ 62 tahun ini sebagai ayunan terluas mereka dalam satu tahun sejak krisis keuangan 2008.

Baca juga: Minyak Jatuh Lebih dari 3%

"Kita bisa melihat WTI US$ 60 per barel seperti yang terjadi. Saya pikir US$ 80 akan menjadi harga tertinggi baru, dan saya akan sangat terkejut melihat harga yang lebih tinggi dari itu,” kata Eli Tesfaye, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Pasar minyak juga sebagian besar mengabaikan ancaman terhadap pasokan, seperti yang berasal dari batas harga G7 sebesar US$ 60 pada ekspor minyak mentah lintas laut Rusia, yang kemungkinan akan membuat negara tersebut memangkas produksi minyaknya.

Rusia mengatakan tidak akan menjual minyak kepada siapa pun yang menandatangani batas harga. Produksi kondensat minyak dan gas Rusia Januari-November naik 2,2% dari setahun lalu, menurut Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, yang memperkirakan sedikit penurunan produksi menyusul sanksi terbaru.

Baca juga: Komitmen OPEC+ Serta Penegasan Sikap Rusia Dongkrak Penguatan Minyak

Di Tiongkok, lebih banyak kota melonggarkan pembatasan terkait Covid-19, mendorong ekspektasi peningkatan permintaan di importir minyak utama dunia itu, meskipun itu belum cukup untuk menghentikan penurunan harga minyak berjangka.

"Pasar minyak kemungkinan akan tetap bergejolak dalam waktu dekat, didorong oleh berita utama Covid-19 di Tiongkok dan kebijakan bank sentral di AS dan Eropa," kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Sementara itu, stok minyak mentah AS diperkirakan turun pekan lalu. Laporan mingguan American Petroleum Institute (API) akan dirilis pada Selasa waktu setempat, diikuti oleh data pemerintah pada Rabu (7/12/2022).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com