Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Lapangan Minyak MLN, Aljazair. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ilustrasi: Lapangan Minyak MLN, Aljazair. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Minyak Naik Tipis

Listyorini, Kamis, 26 Maret 2020 | 07:24 WIB

NEW YORK, Investor.id - Harga minyak mentah AS naik tipis setelah paket stimulus fiskal dari Pemerintah Trump senilai US$ 2 triliun disetujui. Pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik US$ 0,48 atau 2,0% persen, menjadi US$ 24,49 per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik US$ 0,24 atau 0,9% menjadi US$ 27,39 per barel. Namun, pelaku pasar masih sangat hati-hati terkait prediksi bakal turunnya permintaan sebagai dampak sejumlah negara melakukan lockdown untuk memerangi penyebaran virus corona (COVID-19).

Permintaan bahan bakar diperkirakan akan turun tajam di seluruh dunia pada kuartal kedua, pengaruh dari terhentinya sebagian besar penerbangan dan adanya pembatasan perjalanan darat di sejumlah negara. Baru-baru ini, India, negara terpadat kedua di dunia dan konsumen minyak terbesar ketiga, memutuskan untuk lockdown selaman 21 hari.

Kepala eksekutif pedagang minyak terbesar dunia, Vitol Group, memperkirakan kehilangan permintaan 15 juta hingga 20 juta barel per hari (bph) selama beberapa minggu ke depan. "Prospek telah berubah sangat pesimis di tengah pandemi virus corona," katanya.

Lembaga survei Dallas Federal Reserve Bank menyatakan, indeks aktivitas bisnisnya anjlok dari -4,2 pada kuartal keempat tahun 2019 menjadi -50,9 pada kuartal pertama 2020, angka terendah dalam sejarah empat tahun survei. “Kami memasuki harga energi terburuk dalam seumur hidup saya,” kata seorang responden.

Harga minyak telah turun lebih dari 45% bulan ini setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain, termasuk Rusia, gagal menyetujui perpanjangan pemangkasan produksi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN