Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satau gerai PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Foto:  SP/Joanito De Saojoao.

Salah satau gerai PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Mitra Adiperkasa Terus Perkuat Penjualan dari Kanal Digital

Kamis, 8 April 2021 | 15:04 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) atau MAP menggenjot penjualan dari sisi kanal digital. Menggandeng Atome, aplikasi yang menyediakan metode pembayaran dengan skema cicilan ringan di berbagai platform e-commerce pada Kamis (8/4), perseroan optimistis penjualan akan lebih baik di tahun ini.

Namun sayangnya, VP Head of Investor, Media Relations and Corporate Communications Mitra Adiperkasa Ratih Darmawan Gianda masih enggan menyebutkan berapa target dari kinerja tahun ini, mengingat pandemi Covid-19 yang masih bergejolak.  

”Kami selalu optimis, karena kami melihat peluang dan beradaptasi dengan situasi. Ditambah dari pemerintah yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi 4,5%, kami juga telah mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Tapi, guideline (penjualan) belum bisa kami sebut karena situasi berubah-ubah,” katanya, Kamis (8/4).

Mitra Adiperkasa, sambung Ratih mempunyai berbagai strategi, salah satunya mengintegrasikan belanja secara online, offline dan social channel. Terkait kerjasama dengan Atome, menurutnya kerjasama ini selaras dengan peningkatan penggunaan digital MAP yang terjadi selama beberapa waktu belakangan ini. Adapun penjualan via e-commerce tumbuh mencapai tiga digit secara tahunan.

Untuk itu, perseroan menyiasati keadaan pandemi dengan menggenjot penjualan secara daring pada platform milik perseroan, yakni Mapemall dan Mono-brand, marketplace, maupun layanan pemesanan ‘Chat and Buy’. Selanjutnya penjualan digital tetap menjanjikan setelah dibukanya kembali gerai-gerai, didukung oleh targeted shopper marketing melalui MAP Club, dan peluncuran produk eksklusif di seluruh platform Sports, Fashion, dan F&B.

Lebih lanjut Ratih menjelaskan, di tahun 2021 MAP Club merupakan perubahan struktural utama untuk menopang pertumbuhan masa depan dalam jangka waktu 24 bulan mendatang. Dengan percepatan peralihan pelanggan ke online, perusahaan tengah menjalankan proses re-organisasi tim penjualan dan pemasarannya menjadi struktur Unified Retail brand. Hal ini akan mendorong akses langsung ke pelanggan melalui aplikasi loyalty MAP Club yang jumlah anggotanya ditargetkan tumbuh lebih dari 100% per tahun.

Ratih menuturkan, kinerja perseroan di tahun 2020 terdampak sangat besar akibat pandemi Covid-19 khususnya atas pembatasan pusat perbelanjaan (mal) hingga tiga bulan guna menekan transmisi virus. Tapi, diyakini kinerja akan membaik pada tahun ini seiring mulai berkurangnya kecemasan dari masyarakat atas Covid-19.

“Sebelum pandemi, pada 2019 pendapatan bersih MAP meningkat sebesar 14% menjadi Rp 21,6 triliun, dengan peningkatan laba bersih 43% ke angka Rp 1,2 triliun. Tapi, karena pandemi dan adanya penerapan PSBB yang menutup mall sejak 10 April 2020, itu terimbas sangat besar. Kemudian dilonggarkan mulai 15 Juni secara bertahap sehingga kinerja mulai membaik,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Mitra Adiperkasa menunjukkan pemulihan kinerja keuangan pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2020. Hal itu terlihat dari lonjakan penjualan hingga 62,1% menjadi Rp 3,4 triliun pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2020 yang senilai Rp 2,1 triliun.

Emiten yang bergerak di bidang perdagangan ritel pakaian, sepatu, aksesoris, tas dan peralatan olahraga dengan mengelola lebih dari 2.300 gerai di 81 kota tersebut, kata Ratih juga belum bisa menyebutkan besaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang akan digelontorkan tahun ini.

Capex belum bisa kami berikan karena memang karena masih pandemi, yang situasinya bisa berubah-ubah. Namun penggunaan Capex untuk mix use seperti stores rollout, digital improvements, IT, renovations, dan lainnya,” pungkasnya.  

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN