Menu
Sign in
@ Contact
Search
MNC Group. (Sumber: Perseroan)

MNC Group. (Sumber: Perseroan)

MNC Asia Holding (BHIT) Dapat Angin Segar

Jumat, 18 Nov 2022 | 09:57 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) telah resmi memiliki 11.127.666.666 saham atau PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) atau setara dengan 44,09%.

Hal ini berkaitan dengan berakhirnya periode hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue IATA pada Jumat (18/11/2022).

Aksi korporasi tersebut dilakukan untuk melunasi surat sanggup IATA yang diterbitkan kepada BHIT, dalam rangka pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources (BCR), perusahaan induk dari 8 izin usaha pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang sebelumnya dimiliki BHIT.

Baca juga: Indah Kiat (INKP) Penjualannya Tembus US$ 2,99 Miliar, Laba Loncat

Advertisement

Pasca rights issue, kinerja IATA akan dikonsolidasikan ke dalam MNC Asia Holding, sekaligus mengukuhkan pilar bisnis keempat dari MNC Group, yang meliputi media & entertainment, jasa keuangan, entertainment hospitality, dan energi.

Ke depannya, MNC Group meyakini kontribusi IATA yang akan menjadi salah satu pendorong pendapatan, EBITDA, dan laba bersih BHIT.

“Sektor energi resmi bergabung menjadi pilar keempat MNC Group. Komitmen tersebut diambil karena kami yakin industri ini akan membawa dampak signifikan bagi perseroan. IATA berhasil bangkit dan memanfaatkan momentum tersebut dengan cermat. Dengan mengkonsolidasikan IATA ke dalam BHIT, kinerja keuangan perseroan akan lari kencang, cash flow juga akan semakin sehat, sehingga dapat digunakan untuk mendukung inovasi dan ekspansi bisnis MNC Group secara keseluruhan,” ungkap Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesodibjo dalam keterangan resmi, Jumat (18/11/2022).

Wajah baru IATA, yang berhasil menajamkan fokus investasi di sektor energi, telah mengantongi cadangan batu bara sebanyak 332 juta MT. Adapun kegiatan pengeboran yang dilakukan IATA belum mencapai 20% dari 72.478 hektare keseluruhan area penambangan yang dimiliki, dengan kata lain, seluas 59.035 hektare di antaranya masih dalam proses eksplorasi, sehingga IATA yakin cadangan terbukti akan terus meningkat, setidaknya mencapai 600 juta MT untuk semua IUP.

Menyongsong tahun 2023, produksi batu bara IATA ditargetkan untuk menembus 10 juta MT dan akan terus meningkat seiring bertambahnya proven reserves hasil eksplorasi serta bertambahnya kontrak pembelian dengan para trader batu bara di masa depan. Hal tersebut tentunya akan membawa angin segar bagi performa bisnis MNC Asia Holding.

Baca juga: Direktur Bank Mandiri (BMRI) Lagi-lagi Borong Saham Perseroan

Tahun depan, IATA diperkirakan dapat memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 4,2 triliun atau mewakili 16,5% dari total pendapatan BHIT, menduduki posisi kedua setelah kontribusi bisnis media & entertainment MNC Group.

“Peluang akan selalu ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Walaupun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global, MNC Group sigap menemukan peluang untuk selalu tumbuh dalam segala situasi. MNC Group terus mengejar pertumbuhan secara organik dan nonorganik, berkomitmen untuk menjadi kelompok usaha terkemuka di kawasan Asia Pasifik di bidang media & entertainment, jasa keuangan, entertainment hospitality, dan energi,” papar Hary Tanoesoedibjo.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com