Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT MNC Energy Investments Tbk. Foto: Perseroan

PT MNC Energy Investments Tbk. Foto: Perseroan

MNC Energy (IATA) Ungkap Temuan Baru Cadangan Batu Bara

Kamis, 27 Okt 2022 | 20:09 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Cadangan batu bara PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) meningkat menjadi 332 juta metrik ton (MT) atau bertambah 78,6 juta MT dari 253,4 juta MT. Peningkatan tersebut berdasarkan laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) dari pengeboran dua tambang batu bara milik entitas anak IATA.

Lebih rinci, PT Arthaco Prima Energy (APE) menemukan cadangan sebesar 178,6 juta MT dengan GAR 2.500-3.250 kg per kkal dalam program pengeboran APE Tahap 1-4 pada area seluas 2.670 hektare (ha).

Baca juga: Laba Bersih Emiten Batu Bara Milik Hary Tanoe (IATA) Melambung 344%

Dengan hasil temuan baru ini, APE baru mencapai 17,8% dari total area yang dapat ditambang pada lahan seluas 15.000 ha di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Pengeboran APE tahap 5 dijadwalkan akan selesai pada kuartal II-2023.

Advertisement

Selain itu, 9,1 juta MT cadangan batu bara dengan GAR 3.400-3.600 kg per kkal juga ditemukan di IUP PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal - South (BSPC-S) dari lahan seluas 2.158 ha.

Baca juga: MNC Energy (IATA) Rights Issue, Incar Dana Rp 2,6 T

Dari 72.478 ha keseluruhan area penambangan yang dimiliki MNC Energy, 59.035 ha di antaranya masih dalam proses eksplorasi. Dengan demikian, MNC Energy yakin cadangan terbukti akan terus meningkat, setidaknya mencapai 600 juta MT untuk semua IUP.

Jika dihitung menggunakan rata-rata Harga Batu Bara Acuan (HBA) dari 2021 hingga Oktober 2022 sebesar US$ 190,32 per ton, kegiatan penambangan APE mempunyai nilai net present value (NPV) sebesar US$ 881,4 juta. Pada saat yang sama, APE memiliki internal rate of return (IRR) 63,2%, break even point (BEP) 10,8 juta MT, dan payback period 2,17 tahun.

Sedangkan untuk BPSC-S diperkirakan dapat menghasilkan NPV sebesar US$ 54,3 juta, dengan IRR 57,3%, BEP sebesar 1,6 juta MT, serta payback period 1,97 tahun.

Baca juga: Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Tembus Rp 10 T, Melompat 110%

Sekadar mengingatkan, emiten berkode saham IATA ini telah mulai penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 2,67 triliun. Aksi korporasi ini akan dilakukan dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 14,84 miliar saham seri B, dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham. Rasionya 10:13, yakni 10 saham yang dimiliki investor berhak mendapatkan 13 HMETD.

Selain itu, perseroan akan memberikan tambahan hak dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,96 miliar waran seri I. Setiap 5 saham hasil pelaksanaan HMETD melekat 1 waran seri I dengan harga pelaksanaan Rp 210.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com