Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hary Tanoesoedibjo, dirut MNC. (ist)

Hary Tanoesoedibjo, dirut MNC. (ist)

MNC Sekuritas Incar Posisi Nomor Satu

Senin, 25 Januari 2021 | 19:13 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - MNC Sekuritas bersiap menjadi perusahaan sekuritas nomor satu di Indonesia, setelah induk usahanya, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), mengakuisisi perusahaan sekuritas di Wall Street, Amerika Serikat (AS), bernama Auerbach Grayson & Company LLC (AGCO).

"Pertumbuhan ke depan MNC Sekuritas ke depan akan eksponensial. Jadi, siap-siaplah," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam rapat koordinasi sales MNC Sekuritas 2021, akhir pekan lalu.

MNC Kapital belum lama ini sepakat mengakuisisi mayoritas saham AGCO, broker saham yang berpusat di New York, AS, khususnya dalam perdagangan global dan riset mendalam secara eksklusif untuk investor institusi AS. Sebelumnya, AGCO dimiliki oleh Beltone Financial Holding (BTFH), bank investasi berpusat di Mesir.

Dengan mengakuisisi saham AGCO, MNC Kapital Indonesia akan mendapatkan keuntungan dari kuatnya jaringan internasional AGCO, serta akses ke 126 mitra lokal di seluruh dunia.

Akuisisi ini bertujuan melengkapi jaringan distribusi kegiatan pasar modal MNC Sekuritas ( placement dan broker saham), pasar utang, investment banking, riset dan online trading. Tak hanya di Indonesia, tetapi menjangkau komunitas investasi global, terutama AS, Inggris dan Eropa. Selain itu, akuisisi itu akan memperluas jaringan distribusi riset MNC Sekuritas di antara fund manager internasional. MNC Sekuritas juga akan menjembatani seluruh transaksi AGCO di Indonesia.

Hary melanjutkan pasar modal di Indonesia akan semakin besar, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pendapatan per kapita. Ke depan, kata Hary, jumlah orang yang berinvestasi di pasar saham akan semakin besar. Para influencer dan selebritis juga memiliki pengaruh bagi para pemain baru di pasar modal.

Dia menyebutkan, porsi dana pihak ketiga ke pasar modal akan bertambah. Bila saat ini berkisar hanya 10% dari DPK di perbankan, ke depan akan lebih besar lagi. Selain itu, jumlah perusahaan yang melantai di bursa akan semakin banyak. Sebagai gambaran, saat ini jumlah yang melantai di bursa 700 lebih perusahaan.

Ke depan, lanjut Hary, riset dari MNC Sekuritas harus menjangkau minimal 20% dari total jumlah emiten di pasar, bukan hanya fokus pada indeks LQ-45. "Semakin banyak, semakin bagus tentunya yang likuid supaya bisa memberikan informasi yang memadai kepada nasabah kita," jelas dia.

Dia menuturkan, di Tiongkok, permintaan saham lebih besar daripada persediaan. Hal itu tercermin dari price to earning ratio di Tiongkok yang terhitung tinggi. Hal tersebut bisa terjadi di Indonesia, saat pasar modal sudah menjadi top of mind masyarakat. "The market is big potentially, bigger and bigger. Jadi, kita sendiri yang harus mampu mengkapitalisasi, memanfaatkan situasi yang ada," katanya.

MNC Group, kata dia, bukan pemain baru di pasar modal. Sebaliknya, MNC merupakan satu-satunya grup yang tumbuh secara nasional, yang latar belakangnya pasar modal. "Jadi, our history is basically capital market, mulai dari trading, underwriting, asset management, M&A. Kita paling banyak melakukan merger dan akuisisi dan merancang bisnis baru," tutur dia.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN