Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Royal Sentul Park of LRT City di Jalan Raya Sentul, Bogor, yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti.

Proyek Royal Sentul Park of LRT City di Jalan Raya Sentul, Bogor, yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti.

Modal Adhi Commuter Diperbesar Jadi Rp 2 Triliun

Gita Rossiana, Selasa, 17 Desember 2019 | 10:38 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melakukan penambahan modal pada anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti (ACP), sebesar Rp 865 miliar. Penambahan modal ini bertujuan untuk pengembangan lahan di sekitar area transportasi massal.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan, dengan adanya penambahan modal ini, maka modal yang disetor dan ditempatkan ACP menjadi Rp 2 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,13 triliun.

"Kepemilikan saham Adhi Karya di ACP juga bertambah menjadi 99,9995%, sedangkan sisanya dimiliki oleh Koperasi Jasa Adi Seiahtera," jelas Parwanto dalam keterangan resmi, Selasa (17/12).

Dia menegaskan, transaksi tersebut tidak dikategorikan sebagai transaksi material karena tidak melebihi 20% ekuitas perusahaan. Transaksi sebesar Rp 865 miliar hanya mencakup 13,3% dari ekuitas Adhi Karya yang mencapai Rp 6,52 triliun.

Sementara itu, Adhi Karya dikabarkan menunda rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dua anak usahanya, yaitu ACP dan PT Adhi Persada Gedung (AGP) menjadi tahun depan. Sebelumnya, IPO dua anak usaha tersebut akan dilakukan pada tahun ini.

Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi menjelaskan, perseroan menunda IPO menjadi tahun depan karena pertimbangan kondisi pasar modal."Kami menunggu pasar modal stabil, kalau situasi pasar modal lebih baik, IPO dilakukan tahun depan," ujar dia.

Adapun untuk target penghimpunan dana IPO, Entus memperkirakan kedua perusahaan akan memperoleh dana sekitar Rp 3-4 triliun. Dia menyebutkan, dari sekitar 30-35% saham yang dilepas, ACP akan memperoleh dana Rp 2-2,5 triliun. Sedangkan AGP akan memperoleh dana Rp 1-1,5 triliun.

Selain dari IPO anak usaha, perseroan juga akan melaksanakan aksi korporasi lain tahun ini. Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto pernah mengatakaa, perseroan berencana kembali menerbitkan obligasi dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun. Sebelumnya, pada semester I-2019, perseroan sudah menerbitkan obligasi sebesar Rp 1 triliun.

Opsi pendanaan lain yang akan dilakukan perseroan adalah dengan membentuk perusahaan equity fund. Perusahaan ini nantinya tidak hanya akan dimiliki oleh Adhi Karya, namun juga oleh perusahaan lain. Sejauh ini, perseroan sudah menjajaki kerjasama dengan PT Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). "Struktur kepemilikan sahamnya, kami 51% dan 49% akan diserahkan ke pihak lain," kata dia.

Proyek yang akan dikelola oleh perusahaan equity fund tersebut adalah proyek jalan tol Yogyakarta-Solo, jalan tol Cikunir-Ulujami, proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan proyek jalan tol yang ditangani PT Jakarta Tollroad Development (JTD). Keseluruhan proyek ini diharapkan bisa menghasilkan dana investasi sebesar Rp 3 triliun tahun ini.

Dari dana yang diperoleh dari berbagai aksi korporasi tersebut, perseroan sudah memiliki sejumlah proyek yang akan dilakukan tahun ini dan tahun depan. Budi mengungkapkan, perseroan bersiap untuk membangun proyek light rail transit (LRT) jalur Cibubur-Bogor mulai 2021.

Kemudian, perseroan berencana membangun 18 transit oriented development (TOD) di sepanjang jalur LRT. Perseroan juga sedang melakukan studi untuk membuat loop line untuk elevated railway di sekitar wilayah Jakarta untuk mengurangi kemacetan antara jalan dan pintu kereta.

Kereta layang direncanakan akan dibangun 20 kilometer dengan perkiraan investasi Rp 15 triliun. "Kami telah mendapatkan izin dari Gubernur Jakarta dan PT Jaya Construction (Jakon) untuk mempelajari proyek tersebut," kata Budi.

Dengan adanya ekspansi tersebut, perseroan berharap bisa mencapai target tahun ini. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 18,4 triliun tahun ini dengan realisasi hingga Juni 2019 sebesar Rp 6,08 triliun. Sementara, untuk perolehan laba bersih ditargetkan sebesar Rp 755 miliar dengan realisasi Juni 2019 sebesar Rp 215 miliar.

Sedangkan untuk belanja modal, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 3,16 triliun dengan realisasi sampai Juni 2019 sebesar Rp 609 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA