Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Modal Awal Rp 75 Triliun, Sovereign Wealth Fund Indonesia Akan Beroperasi Januari 2021

Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:05 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund Indonesia yang tertuang dalam UU Cipta Kerja diperkirakan akan beroperasi pada awal 2021.

“Termasuk yang kita segera launching pendirian Indonesia Investment Authority atau SWF dari Indonesia yang diharapkan mulai beroperasi Januari,” ujarnya dalam  seminar rangkaian Capital Market Summit & Expo 2020, Selasa (20/10).

Ia mengatakan bahwa UU Omnibus Law Cipta Kerja juga akan menjadi kerangka pemulihan ekonomi di 2021 dan 2022. Ia menegaskan lebih lanjut, komponen pertumbuhan ekonomi tidak hanya dari permintaan domestik, melainkan juga didorong masuknya investasi.

“Komponen investasi diperlukan untuk bisa masuk ke Indonesia secara signifikan di awal pemulihan dari dampak Covid-19, jadi diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh 5 persen lagi. Tanpa masuknya investasi dan jika hanya bergantung pada konsumsi dan permintaan domestik, maka akan jadi challenging membawa pertumbuhan ekonomi kembali di posisi 5 persen,” tuturnya.

Mendorong Pasar Modal
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pasar modal domestik bakal lebih dinamis setelah pemerintah membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (IIA).

“Dalam Undang-Undang Cipta Kerja juga diamanatkan pembentukan Sovereign Wealth Fund atau Indonesia Investment Authority. Lembaga ini diharapkan turut menjadi faktor untuk melakukan dinamisasi di pasar modal,” ujar Menko

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyusun aturan turunan peraturan pemerintah (PP) Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF untuk dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. LPI diperkirakan dapat menghimpun dana sebagai modal awal sebesar Rp 75 triliun.

“Dalam PP-nya mengatur mengenai LPI ini. Untuk penyertaan modalnya, kita berharap nilainya bisa akan mencapai Rp 75 triliun atau sekitar 5 miliar dolar AS,” ujar Sri beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, sejauh ini jenis injeksi ekuitas yang telah dibahas untuk penyertaan modal LPI adalah dalam bentuk dana tunai yaitu Rp 30 triliun. Selain dana tunai, modal awal juga akan dipenuhi melalui barang milik negara (BMN), saham negara pada BUMN atau perusahaan, dan piutang negara.

Dengan ekuitas tersebut, ia berharap dapat menarik dana investasi hingga mencapai 3 kali lipat atau sekitar Rp 225 triliun atau US$ 15 miliar.

“Apa yang akan dilakukan? Pertama, model SWF ini adalah kombinasi dari development dengan stabilization fund dan menggunakan model SWF internasional untuk sebagai standar best practice,” ujarnya. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN