Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Modernland Realty Tbk. Foto: Perseroan.

PT Modernland Realty Tbk. Foto: Perseroan.

Modernland Minta Perpanjangan Moratorium Utang

Rabu, 24 Februari 2021 | 05:47 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mengajukan perpanjangan masa penundaan atau moratorium atas kewajiban bunga dua surat utang global (global bond). Sebab, perseroan masih mencari cara untuk merestrukturisasi global bond senilai total US$ 390 juta tersebut, yang negosiasinya berlangsung sejak tahun lalu.

Presiden Direktur Modernland Realty William Honoris mengatakan, perseroan beserta anak usahanya, JGC Ventures, Modernland Overseas, dan MDLN Holdings Pte Ltd mengajukan perpanjangan moratorium hingga 31 Mei 2021. Sidang hearing atas permintaan tersebut akan digelar di Pengadilan Singapura pada 1 Maret 2021.

“Pihak-pihak yang akan datang pada sidang hearing tersebut diwajibkan melapor kepada penasihat hukum kami di Singapura, Oon & Bazul LLP,” kata dia dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Singapura (SGX), Selasa (23/2).

Seperti diketahui, perseroan pertama kali mengajukan moratorium pada September 2020, setelah perseroan mengalami gagal bayar atas kupon senior notes 2021 pada Agustus 2020. Kemudian, gagal bayar juga berlanjut pada kupon senior notes 2024 yang jatuh tempo pada Oktober 2020.

Senior notes senilai US$ 150 juta memiliki tingkat kupon 10,75% dan jatuh tempo pada 30 Agustus 2021. Sementara itu, senior notes senilai US$ 240 juta memiliki tingkat kupon 6,95% dan akan jatuh tempo 13 April 2024.

Tahun lalu, perseroan menyatakan pandemi Covid-19 membuat bisnis perseroan dan anak-anak usahanya terdampak, sehingga perseroan kesulitan membayar bunga surat utang.

Seperti diketahui, pengembang Jakarta Garden City ini banyak memiliki portofolio rumah menengah ke atas. Hingga kuartal III-2020, penjualan bersih Modernland anjlok 72,32% menjadi Rp 404,86 miliar, dibanding kuartal III-2019 sebesar Rp 1,46 triliun. Hal ini membuat total pendapatan menjadi Rp 471,63 miliar, turun 69,84% dari sebelumnya Rp 1,56 triliun.

Rangkaian aksi gagal bayar membuat lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings memangkas peringkat ModerNland menjadi restricted default (RD) dari sebelumnya C pada Oktober 2020. Sebagai informasi, Borrelli Walsh dan Milbank LLP adalah pihak yang diminta perseroan untuk membantu proses restrukturisasi sejak 23 Juli 2020.

Sebelum berjibaku dengan restrukturisasi global bond, Modernland sempat kesulitan membayar obligasi Rp 150 miliar yang jatuh tempo 7 Juli 2020. Perseroan melalui rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada 14 Juli 2020 akhirnya meraih persetujuan untuk melakukan restrukturisasi obligasi.

Perseroan memperpanjang jatuh tempo obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2015 seri B dari 7 Juli 2020 menjadi 7 Juli 2021. Tingkat bunga juga turun menjadi 10% per tahun dari sebelumnya 12,5% per tahun. Jaminan juga meningkat menjadi 200% dari jumlah pokok obligasi.

Sejak tahun lalu, Modernland diperkirakan tidak memiliki kas yang memadai. Kondisi ini dinilai membuat perusahaan sangat bergantung pada dana eksternal untuk menyelesaikan kewajiban keuangan di tengah lingkungan operasi yang sulit akibat pandemi Covid-19.

Agung Podomoro

Selain Modernland, emiten properti lainnya seperti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga sempat mengalami pelemahan likuiditas pada tahun lalu. Namun, Agung Podomor melalui anak usahanya, PT Buana Makmur Indah (BMI), menjual tanah seluas 915.189 meter persegi kepada PT CFCity Tangerang Investment (CFCity).

Penjualan tanah yang dilakukan September 2020 tersebut akhirnya memiliki dampak positif atas kegiatan operasional dan kondisi finasial, terutama likuiditas perseroan. Alhasil, Fitch Ratings menaikkan peringkat Agung Podomoro menjadi CCC- dari sebelumnya C. Selain itu, peringkat obligasi senior yang diterbitkan APL Realty Holdings Pte Ltd senilai US$ 300 juta pada 2 Juni 2017 juga dinaikkan menjadi CCC- dari C dengan peringkat pemulihan RR4.

Sepanjang 2020, Agung Podomoro mampu membukukan pra-penjualan (marketing sales) Rp 3,5 triliun atau meningkat 56% dibandingkan marketing sales 2019 yang sebesar Rp 1,9 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN