Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Modernland Realty Tbk, menggelar acara seremoni ground breaking sebagai tanda dimulainya pembangunan Cleon Park Apartment

PT Modernland Realty Tbk, menggelar acara seremoni ground breaking sebagai tanda dimulainya pembangunan Cleon Park Apartment

Modernland Raih Restu Restrukturisasi Obligasi Total US$ 390 Juta

Selasa, 15 Juni 2021 | 16:57 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mendapatkan persetujuan pemegang obligasi untuk melanjurkan restrukturisasi utang. Restrukturisasi akan dilaksanakan dengan menggantikan obligasi global (global bond) jatuh tempo pada 2021 dan 2024 dengan obligasi baru dengan target jatuh tempo 2025 dan 2027.

Berdasarkan laporan Bloomberg, obligasi global pertama yang akan diganti senilai US$ 150 juta dengan tingkat bunga 10,75%. Obligasi ini sebelumnya akan jatuh tempo pada 30 Agustus tahun ini. Sedangkan, obligasi global kedua mencapai US$ 240 juta dengan tingkat bunga 6,95% yang seharusnya jatuh tempo pada 13 April 2024.

"Untuk obligasi baru, nilainya akan sama dengan obligasi saat ini dan dijamin dengan beberapa aset Modernland," tulis laporan Bloomberg yang dikutip BondEvalue pada Selasa, (15/6).

Tingkat bunga dari obligasi baru kemungkinan berada di kisaran maksimum 6% dan terdiri atas pembayaran tunai dan pembayaran dalam bentuk bunga. Restrukturisasi akhir ini akan kembali disampaikan kepada para pemegang obligasi pada 1 Juli 2021.

Modernland Realty sebelumnya mengajukan perpanjangan masa penundaan atau moratorium atas kewajiban bunga dua surat utang global. Presiden Direktur Modernland Realty William Honoris mengatakan, perseroan beserta anak usahanya, JGC Ventures, Modernland Overseas, dan MDLN Holdings Pte Ltd, telah mengajukan perpanjangan moratorium hingga 31 Mei 2021. Permintaan tersebut digelar pada 1 Maret 2021 di Pengadilan Singapura.

Hasil sidang hearing di pengadilan tinggi Singapura memutuskan menerima permohonan perpanjangan moratorium Modernland sampai 31 Mei 2021. William mengatakan, perusahaan sudah menunjuk PT Borrelli Walsh dan Milbank LLP sebagai pihak yang diminta untuk membantu proses restrukturisasi sejak 23 Juli 2020.

Seperti diketahui, perseroan pertama kali mengajukan moratorium pada September 2020, setelah perseroan mengalami gagal bayar atas kupon senior notes 2021 pada Agustus 2020. Kemudian, gagal bayar juga berlanjut pada kupon senior notes 2024 yang jatuh tempo pada Oktober 2020.

Tahun lalu, perseroan menyatakan pandemi Covid-19 membuat bisnis perseroan dan anak-anak usahanya terdampak sehingga perseroan kesulitan membayar bunga surat utang. Seperti diketahui, pengembang Jakarta Garden City ini banyak memiliki portofolio rumah menengah ke atas. Hingga kuartal III-2020, penjualan bersih Modernland anjlok 72,32% menjadi Rp 404,86 miliar, dibandingkan kuartal III-2019 sebesar Rp 1,46 triliun. Hal ini membuat total pendapatan anjlok menjadi Rp 471,63 miliar, turun 69,84% dari sebelumnya Rp 1,56 triliun.

Rangkaian aksi gagal bayar membuat lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings memangkas peringkat Modernland menjadi restricted default (RD) dari sebelumnya C pada Oktober 2020. Sebagai informasi, Borrelli Walsh dan Milbank LLP adalah pihak yang diminta perseroan untuk membantu proses restrukturisasi sejak 23 Juli 2020.

Sebelum berjibaku dengan restrukturisasi global bond, Modernland sempat kesulitan membayar obligasi Rp 150 miliar yang jatuh tempo pada 7 Juli 2020. Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Obligasi (RUPO) pada 14 Juli 2020 akhirnya meraih persetujuan untuk melakukan restrukturisasi obligasi.

Perseroan memperpanjang jatuh tempo obligasi Berkelanjutan I Modernland Realty Tahap I Tahun 2015 Seri B dari 7 Juli 2020 menjadi 7 Juli 2021. Tingkat bunga juga turun menjadi 10% per tahun dari sebelumnya 12,5% per tahun. Jaminan juga meningkat menjadi 200% dari jumlah pokok obligasi.

Sejak tahun lalu, Modernland diperkirakan tidak memiliki kas yang memadai. Kondisi ini dinilai membuat perusahaan sangat bergantung pada dana eksternal untuk menyelesaikan kewajiban keuangan di tengah lingkungan operasi yang sulit akibat pandemi Covid-19.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN