Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Rosa

Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Rosa

Morenzo Abadi IPO 35,06% Saham, Ada Warannya!

Gita Rossiana, Kamis, 26 Desember 2019 | 19:08 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (CRAB), perusahaan distribusi pengolahan hasil ikan, berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 35,06% saham ke publik.

Jumlah saham yang akan dilepas dalam IPO tersebut mencapai 807,4 juta saham dengan harga nominal Rp 50 per saham. Adapun harga penawaran belum ditetapkan.

Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, perseroan juga menerbitkan 403,7 juta waran seri I atau 27% dari total jumlah saham. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru.

"Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu waran seri I dengan satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang dikeluarkan dari portepel," ungkap manajemen Morenzo Abadi Perkasa dalam pengumuman resmi, Kamis (26/12).

Dalam aksi korporasi ini, perseroan dibantu oleh PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 17-26 Desember 2019.

Kemudian, pernyataan efektif diharapkan terbit pada 31 Desember 2019. Sementara itu, masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 2 sampai 6 Januari 2020. Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 9 atau 10 Januari 2020.

Selanjutnya, sekitar 58,67% dari dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk membayar utang perseroan dan utang anak usaha, PT Mutiara Laut Abadi. Kemudian sekitar 26,08% akan digunakan untuk belanja modal perseroan dan anak usaha. Lalu, sekitar 15,26% akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan anak usaha.

Sementara itu, sepanjang 2019, BEI menjaring emiten dari berbagai sektor dengan raihan dana IPO yang bervariasi. Raihan IPO paling kecil adalah aksi PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PJMS) yang bergerak di bisnis diler otomotif dengan nilai Rp 17,2 miliar. Adapun aksi IPO terbesar adalah PT Asuransi Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) senilai Rp 4,76 triliun. Namun, dikarenakan saham IPO Sinarmas MSIG adalah saham divestasi atau bukan saham baru maka predikat aksi IPO terbesar tahun ini disematkan kepada PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) yang mengantongi dana Rp 1,25 triliun.

Di sisi lain, masih ada 30 perusahaan pada daftar pipeline IPO BEI. Perusahaan-perusahaan ini menggunakan dasar valuasi laporan keuangan mulai Mei 2019 hingga September 2019.

Dari 30 perusahaan, sebanyak dua perusahaan mengajukan pembatasan informasi. Dengan demikian, 28 perusahaan yang mengantre untuk melangsungkan IPO antara lain PT Alamanda Investama, PT Graha Belitung Utama, PT Era Graharealty, PT Royalindo Investama Wijaya, PT Pratama Widya, PT Karya Bersama Anugerah, dan PT Diamond Citra Propertindo.

Kemudian, PT Perintis Properti, PT Andalan Sakti Primaindo, PT Lancartama Sejati, PT Makmur Berkah Amanda, dan PT Pakuan. Mereka masuk dalam kelompok emiten sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan.

Di sektor keuangan, PT Bank Amar Indonesia menjadi satu-satunya yang berada dalam daftar. Sedangkan di sektor infrastruktur dan transportasi, ada PT Putra Rajawali Kencana dan PT Batulicin Nusantara Maritim.

Selanjutnya PT Esta Multi Usaha, PT Nara Hotel Internasional, PT Tourindo Guide Indonesia, PT Agro Yasa Lestari, PT Cahaya Bintang Medan, PT Aesler Grup Internasional, PT Metro Healthcare Indonesia, dan PT Molly Sentosa Indonesia merupakan calon emiten pada kelompok perdagangan, jasa dan investasi.

Sejalan dengan itu, di sektor konsumsi terdapat PT Diamond Food Indonesia, PT Era Mandiri Cemerlang, dan PT Cipta Selera Murni. Adapun PT Cisadane Sawit Raya menjadi satu-satunya perusahaan siap IPO dari sektor pertanian. Dalam pipeline tersebut tidak ada perwakilan dari BUMN maupun anak usahanya. Sepanjang 2019 juga tak ada satupun kelompok BUMN yang melantai di bursa saham domestik.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA