Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Multipolar Tbk (MLPL). Foto: multipolar-gorup.com

PT Multipolar Tbk (MLPL). Foto: multipolar-gorup.com

Multipolar (MLPL) Berhasil Himpun Dana Rp 1,75 Triliun

Rabu, 22 Desember 2021 | 14:25 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id  – PT Multipolar Tbk (MLPL) atau MPC menghimpun dana sebesar Rp 1,75 triliun, yang terdiri atas penawaran saham baru (rights issue) sebesar Rp 1 triliun dan obligasi konversi (convertible bond) senilai US$ 50 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai strategi, investasi, akuisisi, dan memperkuat neraca perseroan.

“Indonesia adalah kekuatan konsumen dan teknologi berikutnya di dunia. Rekam jejak kami dalam berinvestasi di Indonesia serta upaya membangun dan bekerja dengan tim manajemen yang kuat, secara unik menempatkan kami pada posisi sangat bagus untuk menangkap momentum pertumbuhan Indonesia.Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan investor kepada kami dan berharap dapat terus meningkatkan nilai investasi kami,” ungkap CEO dan Presiden Direktur MPC Adrian Suherman, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/12/21).

CEO PT Multipolar Tbk (MLPL) Adrian Suherman. Sumber: BSTV
CEO PT Multipolar Tbk (MLPL) Adrian Suherman. Sumber: BSTV

MPC akan melakukan rights issue_ sebesar Rp 1 triliun dengan harga Rp 500 per saham, setara dengan_ volume weighted average price_(VWAP) enam bulan harga saham. Rights issue akan didukung oleh entitas yang dikendalikan keluarga Riady, PT Inti Anugerah Pratama dan OUE Limited yang secara kolektif memiliki 60% saham perusahaan.

Sebagai bagian dari transaksi, OUE telah membeli dari PT Inti Anugerah Pratama 17,2% kepemilikan di MPC. Bersama-sama, per usahaan yang berafiliasi dengan Grup Lippo juga akan mendukung rights issue dan akan mempertahankan tingkat kepemilikannya di MPC.

Transaksi ini memosisikan MPC sebagai perusahaan investasi utama Lippo di Indonesia dan memperkuat kerangka kepemilikan saham dan tata kelola perusahaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, GoTo, perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang mencakup 2% dari PDB Indonesia, juga memiliki 4,9% saham di MPC.

Sementara itu, obligasi konversi senilai US$ 50 juta itu sepenuhnya telah dipesan oleh lembaga keuangan terkemuka Jepang yang terdaftar di bursa Tokyo, dengan jangka waktu 3+1 tahun. Obligasi menawarkan kupon bunga sebesar 1% untuk tahun pertama dan meningkat selama periode 3 tahun, dengan rata-rata 3,5% per tahun. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap tahun.

Kinerja Menguat

Kinerja keuangan PT Multipolar Tbk
Kinerja keuangan PT Multipolar Tbk

Penghimpunan modal tersebut didukung oleh hasil kinerja yang impresif pada akhir kuartal III-2021 yang kuat._ Berdasarkan laporan kinerja, MPC per September 2021 berhasil membalikkan rugi menjadi laba.

Perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 156,09 miliar, atau kontras dibandingkan sebelumnya rugi Rp 503,58 miliar.

Penjualan neto mencapai Rp 7,42 triliun, turun tipis 2,07% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) senilai Rp 7,57 triliun. Dilihat dari kontribusi pendapatan, penjualan eceran dan distribusi menurun 2,55% secara tahunan menjadi Rp 5,16 triliun. Sedangkan pendapatan teknologi informasi naik 5,54% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1,90 triliun.

Adapun total aset MPC pada akhir kuartal III-2021 tercatat sebesar Rp 15,73 triliun, naik 0,33% dari posisi pada akhir tahun lalu Rp 15,68 triliun.

Ekuitas tumbuh 19,18% secara year-todate menjadi Rp 4,72 triliun, dan liabilitas turun 6,04%_year to date_menjadi Rp 11,01 triliun._

Akuisisi oleh OUE Group

Pergerakan saham PT Multipolar Tbk (MPC)
Pergerakan saham PT Multipolar Tbk (MPC)

Sementara itu, anak perusahaan pengembang properti OUE Limited, Clifford Development Pte Ltd, mengakuisisi 17,2% saham MPC dari PT Inti Anugerah Pratama (IAP). OUE yang berbasis di Singapura mengakuisisi 2,5 miliar saham MPC yang merupakan perusahaan investasi teknologi Indonesia dengan harga beli premium Rp 400 per saham, sehingga nilai aksi korporasi tersebut mencapai Rp 1 triliun (S$ 95,6 juta).

Pembelian berdasarkan perjanjian jual beli saham yang diteken 19 Desember 2021 itu dilakukan dengan harga premium 11,1% dari harga penutupan saham pada 17 Desember lalu.

Harga transaksi juga mencerminkan premium sebesar 1,4% dari harga rata-rata tertimbang (volume weighted average price) saham MLPL selama tiga bulan terakhir sebesar Rp 394,6 per saham.

“Penyelesaian transaksi tidak tunduk pada persetujuan perusahaan, peraturan atau pihak ketiga atau kondisi lainnya, dan diharapkan terjadi dalam satu hari kerja sejak tanggal perjanjian jual beli,” tulis Company Secretary OUE Kelvin Chua dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Singapura (Singapore Exchange/ SGX), Senin (20/12).

OUE akan mendanai transaksi ini menggunakan sumber dana kas internal. Transaksi tersebut tidak memiliki dampak material pada aset bersih dan laba per saham konsolidasinya pada tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2020, dengan asumsi transaksi selesai pada 1 Januari 2022.

OUE, perusahaan yang tercatat di papan utama tersebut, akan mengakuisisi saham dari IAP, perusahaan induk investasi. Per 17 Desember, IAP memiliki sekitar 8,1 miliar saham MPC, mewakili 55,1% saham di perusahaan. Pemegang saham MPC terkemuka lainnya adalah perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, GoTo Group.

Transaksi ini diharapkan akan memperluas divisi konsumen OUE dalam pertumbuhan pasar di Indonesia menyusul akuisisi saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) beberapa waktu lalu.

Ilustrasi. Foto: Laporan tahunan PT Multipolar Tbk.
Ilustrasi. Foto: Laporan tahunan PT Multipolar Tbk.

Seperti diketahui, OUE di awal tahun ini telah mengakuisisi 32% saham LPPF melalui Auric Digital Retail Pte_Ltd, perusahaan patungan yang 40% sahamnya dimiliki oleh OUE. Transaksi akuisisi ini akan memberikan OUE peluang untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital di Indonesia yang sedang tumbuh pesat melalui Multipolar.

Kelvin Chua mengatakan, MPC memiliki portofolio bisnis yang berada dalam cakupan antara sektor teknologi dan sektor konsumen di Indonesia. Bersama Grup GoTo, Multipolar juga akan berpartisipasi dalam peningkatan modal PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dalam rangka menjalankan strategi omni-channel.

“Transaksi ini juga akan memberikan OUE kesempatan untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat melalui MPC, yang bisnis portofolionya berada di sektor teknologi dan konsumen Indonesia,” ucapnya.

MPC adalah perusahaan investasi teknologi dengan portofolio yang mencakup sektor ritel dan e-commerce, layanan konsumen, layanan keuangan, teknologi, multimedia dan telekomunikasi. Sejak 2015, MPC telah berinvestasi di lebih dari 40 perusahaan termasuk OVO, salah satu perusahaan pembayaran digital terbesar di Indonesia.

Kemudian di Sociolla, platform e-commerce kecantikan dan perawatan pribadi Indonesia.

Selain itu, Ruangguru, penyedia pendidikan berbasis teknologi terbesar di Indonesia. Portofolio MPC juga mencakup sejumlah entitas yang terdaftar di BEI, termasuk PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), yang merupakan operator “Hypermart”, salah satu jaringan supermarket terkemuka di Indonesia.

Selain itu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), yang memiliki jaringan department store terbesar di Indonesia, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT First Media Tbk (KBLV), dan PT Bank National Nobu Tbk (NOBU).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN