Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memperlihatkan ventilator Inavent dan alat pengukur tubuh InBody Test saat peluncuran produk-produk kesehatan Indofarma di Jakarta, Senin (27/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan memperlihatkan ventilator Inavent dan alat pengukur tubuh InBody Test saat peluncuran produk-produk kesehatan Indofarma di Jakarta, Senin (27/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Naik 26,22%, Indofarma Bukukan Penjualan Rp 1,71 Triliun di 2020

Rabu, 28 April 2021 | 04:24 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indofarma Tbk (INAF) mengumumkan laporan keuangan audited tahun buku 2020 dengan membukukan Penjualan Bersih sebesar Rp1,71 triliun. Angka ini menunjukan kenaikan sebesar 26,22% atau Rp356,41 miliar dibanding angka penjualan tahun 2019 yang tercatat Rp 1,36 triliun.

Manajemen Indofarma menyampaikan bahwa peningkatan Penjualan Bersih tersebut terutama ditopang dari penjualan segmen Alat Kesehatan dan Obat-obatan sesuai dengan strategi Turn Around Management.

Dari sisi pengendalian biaya, Perseroan berhasil menekan Beban Pokok Penjualan dari 81,58% di tahun 2019 menjadi 76,65% di tahun 2020 atau turun sebesar 4,93%.

“Dengan dapat ditekannya Beban Pokok Penjualan, Perseroan mampu membukukan Gross Profit Margin Rp400,59 miliar di tahun 2020 atau naik 60% dibandingkan dari tahun sebelumnya Rp250,36 miliar,” tulis Manajemen Indofarma dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (27/4/2021).

Lebih jauh disampaikan, Perseroan juga berhasil melakukan penghematan Beban Penjualan dan Beban Administrasi Umum terhadap Penjualan dari 16,79% di tahun 2019 menjadi 15,58% di tahun 2020.

Secara operasional, dikatakan Perseroan telah berhasil meningkatkan kinerja, baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi penghematan biaya sehingga mampu mendapatkan EBITDA Rp164 miliar di tahun 2020 dibandingkan EBITDA tahun 2019 sebesar Rp45 miliar atau tumbuh sebesar 364%.

Sementara itu, laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo dengan opini audit “wajar, dalam semua hal yang material” ini juga melaporkan bahwa terdapat konsekwensi penerapan kebijakan akuntansi PSAK 71 di tahun 2020 terhadap posisi Laba Bersih Perseroan.

“Perseroan membukukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp38,50 miliar yang berdampak terhadap tergerusnya Laba Bersih Perseroan sehingga Perseroan hanya membukukan Laba Bersih sebesar Rp30 juta,” paparnya.

Manajemen INAF menyampaikan, hal tersebut merupakan bagian dari aspek kepatuhan terhadap regulasi PSAK 71 dan tindakan prudent Perseroan. “Strategi Perseroan dalam melakukan Turn Around Management berhasil meningkatkan kinerja sales dan efisiensi biaya-biaya operasional. Di lain pihak, Perseroan tetap memastikan terpenuhinya aspek kepatuhan terhadap PSAK 71 secara konsisten sehingga diharapkan berdampak pada kinerja Perseroan yang tumbuh secara berkesinambungan,” pungkas Manajemen INAF.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN