Menu
Sign in
@ Contact
Search
TBS Sawit. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

TBS Sawit. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Naik Tipis, Harga CPO Catat Penguatan Tiga Hari Berturut-turut

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives naik tipis pada perdagangan Senin (3/10/2022). Dengan demikian, harga CPO mencatatkan penguatan dalam tiga hari berturut-turut.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (3/10/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2022 turun 7 Ringgit Malaysia menjadi 3.320 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 menguat 8 Ringgit Malaysia menjadi 3.392 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Pekan Ini, Ada Sinyal Bullish Harga CPO

Sementara itu, kontrak pengiriman Desember 2022 terkerek 10 Ringgit Malaysia menjadi 3.426 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 terdongkrak 3 Ringgit Malaysia menjadi 3.460 Ringgit Malaysia per ton.

Serta, kontrak pengiriman Februari 2023 meningkat 3 Ringgit Malaysia menjadi 3.506 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 merugi 80 Ringgit Malaysia menjadi 3.547 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: STA Resources (STAA) Caplok Dua Perusahaan Sawit Rp 306 Miliar

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, ada sinyal bullish yang bakal mempengaruhi pergerakan harga CPO pada pekan ini. Sinyal ini berasal dari rislisnya data ekspor Malaysia hingga perkembangan kebijakan terkait ekspor dan biodiesel di Indonesia.

“Indikator yang dipantau adalah rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode awal Oktober, perkembangan situasi konflik Ukraina, perkembangan situasi di India, dan perkembangan kebijakan terkait ekspor dan biodiesel di Indonesia,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Baca juga: Anak Usaha STAA Tuntaskan Akuisisi 6.000 Ha Lahan Sawit

“Harga CPO berpotensi berada di level resistance 3.600 – 3.800 Ringgit Malaysia per Ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.100 – 2.900 Ringgit Malaysia per ton,” tambahnya.

Dengan adanya sinyal bullish harga CPO, Yoga mengatakan, ada kemungkinan harga minyak kedelai juga akan ikut menguat. Apalagi dengan adanya potensi eskalasi tensi terkait konflik Ukraina dalam beberapa hari mendatang. Indikator utamanya adalalah situasi di pasar CPO, kondisi cuaca di negara produsen utama, dan perkembangan konflik Ukraina.

“Harga minyak kedelain pun diperkirakan akan bergerak di level resistance US$ 65 - 66 per Bushel. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga US$ 58 - 57 per bushel,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com