Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, Branch Manager PT Bestprofit Futures Surabaya Kurniadin dan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang saat acara Media Gathering Menakar Kekuatan Emas Hingga Akhir Tahun dan Peluang Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Pandemi di Surabaya, Jumat (25/9/2020).  Foto: Amrozi Amenan

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, Branch Manager PT Bestprofit Futures Surabaya Kurniadin dan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang saat acara Media Gathering Menakar Kekuatan Emas Hingga Akhir Tahun dan Peluang Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Pandemi di Surabaya, Jumat (25/9/2020). Foto: Amrozi Amenan

Nasabah Baru Bestprofit Futures di Jatim Tumbuh 50%

Sabtu, 26 September 2020 | 06:53 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Perusahaan pialang berjangka, PT Bestprofit Futures (BPF) cabang Surabaya, mencatat bahwa sepanjang delapan bulan terakhir ada peningkatan nasabah baru di Jatim hingga mencapai 149 nasabah, atau naik 119,12 persen karena terdongrak harga emas.

“Selama pandemi investasi kontrak berjangka emas diminati, karena tren harga yang positif juga instrumen emas cukup awam di kalangan masyarakat,” kata Pimpinan Cabang BPF cabang Surabaya, Kurniadi, pada acara Media Gathering “Menakar Kekuatan Emas Hingga Akhir Tahun dan Peluang Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Pandemi” di Surabaya, Jumat (25/9/2020).

Menurut Kiki, panggilan akrab Kurniadi, peningkatan nasabah baru itu juga pararel dengan penguasaan kontrak emas terhadap total volume transaksi di BPF Surabaya yang mencapai 80%.

“Sampai 31 Agustus 2020 keseluruhan volume transaksi tercatat sebesar 29.810 lot atau naik 35% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu,” ucap dia.

Kiki mengungkapkan bahwa investasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Surabaya sangat potensial. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, jumlah masyarakat yang berpenghasilan tinggi serta ‘melek’ investasi terus bertumbuh saat ini.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, Branch Manager PT Bestprofit Futures Surabaya Kurniadin dan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang saat acara Media Gathering Menakar Kekuatan Emas Hingga Akhir Tahun dan Peluang Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Pandemi di Surabaya, Jumat (25/9/2020). Foto: Amrozi Amenan
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, Branch Manager PT Bestprofit Futures Surabaya Kurniadin dan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang saat acara Media Gathering Menakar Kekuatan Emas Hingga Akhir Tahun dan Peluang Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Pandemi di Surabaya, Jumat (25/9/2020). Foto: Amrozi Amenan

Hadir di Surabaya sejak 2012, BPF memiliki ribuan nasabah aktif yang tersebar di 10 kantor diantaranya 2 kantor Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Banjarmasin, Pontianak, Medan, Pekanbaru, dan Jambi.

“Kami optimistis hingga akhir tahun target 204 nasabah baru di BPF Surabaya akan tercapai, terlebih melihat pergerakan momen emas yang masih bergairah hingga akhir tahun.  Kami memprediksi, harga emas akan bergerak di level US$ 1900/troy ons hingga US$ 2000/troy ons sampai akhir Desember 2020, dan peluang untuk mendapatkan profit masih tinggi dengan posisi buy ataupun sell,” tukasnya.

Kiki menyebut, kontrak berjangka emas berbeda dengan investasi emas berwujud logam mulia. Pada kontrak berjangka emas, nasabah menempatkan dananya sebagai margin untuk melakukan trading di pasar berjangka.

“Investasi ini memang bersifat high risk, high return. Karenanya tantangan kami sekarang adalah mengedukasi seluas-luasnya baik kepada masyarakat, Langkah edukasi ini sekaligus menepis anggapan miring di industri PBK tentang isu investasi bodong dan sebagai perusahaan penampung dana,” tandasnya.

Sementara Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang menyatakan, dengan melihat pertumbuhan nasabah baru di BPF Surabaya sampai 31 Agustus 2020 sebanyak 149 nasabah atau mengalami kenaikan hampir 50% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 102 nasabah, hal itu menunjukkan potensi yang luar biasa di kota Surabaya. Sebab, dalam keterbatasan pertemuan fisik selama masa pandemi namun bisa melampaui pertumbuan 50%, itu pun baru berjalan delapan dan masih ada sisa 4 bulan.

“Berarti dengan edukasi dan sosialisasi yang kita lakukan bersama-sama atau secara sendiri-sendiri oleh para pialang di Surabaya, masyarakat sudah lebih banyak mengenal,” ujarnya.

Meskipun demikian, Paulus meyakini masih banyak nasabah yang belum terjamah atas pengetahuan mengenai PBK. Sehingga sosiasliasi dan edukasi akan terus dilakukan sehingga makin banyak masyarakat yang mengenal PBK.   

“Dan fase pengenalan inilah yang akan terus kita lakukan, tidak hanya di Kota Surabaya tapi juga kota-kota lain di Indonesia. Potensi bisnis ini cukup besar, karena bisa dilakukan secara tidak bertatap muka tetapi dengan onlie. Ini potensi yang besar di masa pandemi dan harus terus digali,” tandas Paulus.

Dia menambahkan, PBK masih akan menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik kedepan. Salah satunya adalah emas yang menjadi telah menjadi primadona sampai delapan bulan terakhir di tahun 2020 dan akan masih mengalami peningkatan dan pertumbuhan yang baik sampai tahun depan.

“Saya perkirakan sampai akhir tahun harga emas akan berada dikisaran harga US$ 1.700 hingga US$ 2.000 per troy ons dan masih akan menjadi daya tarik investor. Emas akan tetap menjadi primadona di tahun depan di samping komoditi lain seperti kopi dan crude oil. Resesi tidak akan memengaruhi investor untuk mencari peluang di balik kesulitan yang dihadapi,” tutur Paulus.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN