Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah In Kind PT Minna Padi Aset Manajemen menyampaikan surat terbuka kepada Otoritas Jasa Keuangan, meminta agar regulator mempercepat penyelesaian solusi In KInd.

Nasabah In Kind PT Minna Padi Aset Manajemen menyampaikan surat terbuka kepada Otoritas Jasa Keuangan, meminta agar regulator mempercepat penyelesaian solusi In KInd.

Nasabah: MPAM Langgar Aturan Pembayaran Dana Hasil Likuidasi

Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:37 WIB
Fajar Widhiyanto

Perwakilan Nasabah Reksadana PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) menyebut pihak penerbit reksa dana dalam hal ini MPAM telah melanggar sejumlah peraturan yang diterbitkan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk saat pembayaran dana hasil likuidasi yang menjadi hak pemegang Unit Penyertaan.

“Jika ada pernyataan yang menyebut MPAM tidak bisa diwajibkan untuk membayar dana likuidasi sesuai NAB pada saat pengumuman pembubaran, itu tidak benar.Karena POJK Pasal 47b sudah jelas instruksinya,” kata Andi, Perwakilan Nasabah Reksadana PT Minna Padi Aset Manajemen asal Bandung dalam pernyataan kepada redaksi, Rabu (21/10).

Menurut Andi, POJK yang dipakai oleh OJK melalui surat No.S-1422/PM.21/2019 tgl.21 September 2019 terkait pembayaran dana hasil likuidasi bagi pemegang Unit Penyertaan aadalah dengan POJK No.23/POJK.04/2016 Pasal 45c, yang pelaksanaan pembayarannya diatur atau dimulai dengan pasal 47b.

Adapun pasal 47b tersebut menyatakan; “menginstruksikan kepada Bank Kustodian paling lambat 2(dua) hari bursa efek sejak diperintahkan OJK, untuk membayar dana hasil likuidasi yang menjadi hak pemegang Unit Penyertaan dengan ketentuan bahwa perhitungannya dilakukan secara proporsional dari Nilai Aktiva Bersih pada saat pembubaran dan dana tersebut diterima pemegang unit penyertaan paling lambat 7(tujuh) hari bursa sejak likuidasi selesai dilakukan.

Andi juga mengkritisi pernyataan yang bernada pembelaan terhadap MPAM, yang menyebut bahwa nasabah dinilai sudah beruntung ketika penerbit reksa dana dalam hal ini MPAM sudah bisa mengembalikan dana likuidasi sebesar 30% hingga 40%. Menurut Andi POJK Pasal 47a sejatinya telah menetapkan tanggal dan nilai aktiva bersih (NAB) Pembubaran.

POJK No.23/POJK.04/2016 pasal 47a menyebutkan; “Mengumumkan rencana pembubaran RD paling sedikit dalam 1(satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yg berperedaran nasional paling lambat 2(dua) hari bursa sejak diperintah OJK dan pada hari yang sama memberitahukan secara tertulis kepada Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih reksa dana.”

Andi pun menyesalkan jika pembubaran atau likuidasi reksa dana dengan nilai kelolaan di bawah Rp10 milliar dijadikan perbandingan dengan kasus MPAM, yang menurutnya sangat tidak tepat karena sanksi untuk nilai kelolaan di bawah Rp10milliar ada pada Pasal 45d, dimana pembayarannya diatur pada Pasal 48b, yaitu dengan NAB pada saat likuidasi selesai dilakukan.

“Hal-hal yang kami sebutkan tadi juga sudah diklarifikasi oleh Bapak Hoesen selaku Dewan Komisioner OJK di RDP I dengan DPR beberapa waktu yang lalu,” ujar Andi.

Masih menurut Andi selaku perwakilan nasabah MPAM, pihaknya juga ingin menyampaikan bahwa karena PT MPAM telah melakukan pelanggaran-pelanggaran sehingga OJK menjatuhkan sanksi pembubaran dan likuidasi atas 6 produk RD mereka, maka para nasabah berhak untuk pembayaran penuh sesuai dengan POJK tentang Perlindungan Konsumen No. 01/POJK.07/2013 Pasal 29.

Pasal tersebut menyatakan bahwa Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian Konsumen yang timbul akibat kesalah dan/atau kelalaian, pengurus, pegawai, Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan/atau pihak ketiga yang berkerja untuk kepentingan Pelaku Jasa Keuangan”.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN