Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Nasabah Tembus 200 Ribu, Mirae Asset Optimistis Pertahankan Posisi Teratas

Selasa, 29 September 2020 | 07:10 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimistis mempertahankan posisi teratas sebagai broker dengan frekuensi, volume, dan nilai transaksi perdagangan saham terbesar hingga akhir 2020. Peningkatan transaksi akan didorong oleh jumlah nasabah perusahaan efek itu yang dalam waktu dekat menembus 200 ribu.

President Director Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tae Yong Shim mengatakan, faktor pertama yang menentukan pencapaian perusahaan saat ini adalah inovasi yang terus dilakukan, sehingga dipercaya oleh investor ritel di Indonesia. Pihaknya berkomitmen terus berinovasi dan meningkatkan layanan perusahaan agar memberikan layanan terbaik kepada seluruh investor.

“Beberapa inovasi Mirae Asset Sekuritas yang sudah berjalan tahun ini di antaranya kompetisi trading yang diberi nama HOTS Championship dan telah diikuti oleh puluhan ribu investor,” jelas dia dalam keterangan resmi, Senin (28/9).

Selain itu, Mirae juga menggelar event edukatif dan kreatif yang diberi nama Up or Down Survival. Peserta edukasi ini diminta menganalisa dan menentukan suatu saham pada hari tersebut harganya akan naik atau turun, berdasarkan pendekatan teknikal dan fundamental. Mirae berencana menggelar edukasi ini kembali melalui Up or Down Survival season 2, yang pendaftarannya dibuka 28 September-11 Oktober 2020.

Tae Yong Shim menambahkan, faktor kedua yang memberikan dampak kepada perusahaan hingga dapat meningkatkan nilai transaksi investor karena semakin dewasanya investor ritel Indonesia dalam berinvestasi di pasar modal. Hal ini adalah buah edukasi yang dilakukan oleh perusahaan sejak bertahun-tahun yang lalu.

“Pandemi Covid-19 tidak menghalangi kami untuk terus melakukan edukasi justru saat ini kami dapat mengedukasi masyakat lebih banyak secara online, termasuk menggunakan media sosial yang kami miliki,” jelas dia.

Faktor ketiga, kata Tae Yong Shim, adalah pandemi Covid-19 itu sendiri. Pihaknya menilai, bekerja dari rumah (work from home) membuat masyarakat memiliki waktu luang, namun di sisi lain ingin tetap produktif. Investasi di pasar saham adalah salah satu opsi yang bisa dilakukan.

Sebagai informasi, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan total transaksi di BEI sejak awal tahun hingga 25 September mencapai Rp 2.846 triliun, dengan volume dan frekuensi transaksi saham sudah melewati 33 miliar lot dan 209 juta kali transaksi.

Frekuensi transaksi dan volume Mirae Asset Sekuritas tercatat sudah 4,07 miliar lot saham yang ditransaksikan melalui 33,55 juta transaksi. Sehingga, transaksi saham Mirae Asset Sekuritas berada di urutan pertama baik dari sisi nilai transaksi, volume, dan frekuensi dari total 105 sekuritas anggota bursa (AB). Per 25 September, pangsa pasar nilai transaksi Mirae Asset Sekuritas sudah mencapai 7,98%, hampir dua kali lipat dari pangsa pasarnya tahun lalu 4,64%.

Tae Yong Shim juga menuturkan sejak 2017, nilai transaksi saham investor Mirae Asset Sekuritas berada di angka Rp 144,1 triliun atau 3,98% dari total transaksi saham di bursa. Lalu, pada 2018, nilai transaksi saham sekuritas berkode broker YP tersebut meningkat 25,14% menjadi Rp 180,33 triliun atau 4,42% dari total transaksi bursa saham.

Pada 2019, nilai transaksi tersebut naik 14,3% menjadi Rp 206,13 triliun, dimana pangsa pasarnya meningkat menjadi 4,62%. Sepanjang tahun ini atau hingga 25 September 2020, nilai transaksi perusahaan efek ini sudah mencapai Rp 227,13 triliun, naik sekitar 10,11% dari pencapaian 2019.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN