Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana

Reksa Dana

Nasib Reksa Dana Saham, Apa Kata Para Manajer Investasi?

Gita Rossiana, Selasa, 18 Juni 2019 | 17:25 WIB

JAKARTA – Para manajer investasi menilai bahwa tingkat pengembalian investasi (return) reksa dana saham masih akan bergerak positif secara jangka panjang. Saat ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai positif. Pada perdagangan Selasa (18/6), IHSG ditutup menguat 66,8 poin (1%) ke level 6.257,3.

Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Legowo Kusumonegoro menjelaskan, pada semester II-2019, pergerakan indeks reksa dana saham yang menjadi acuan return reksa dana saham akan jauh lebih positif. Pasalnya, investor sudah mulai jenuh dengan berita pergolakan ekonomi dunia yang tidak kunjung usai.

"Seharusnya (investor) sudah mulai price-in dan kondisi diharapkan membaik. Di dalam negeri juga semuanya positif. Putusan MK terkait pemilu juga sebentar lagi, jadi tidak ada lagi yang membuat investor resah untuk masuk," kata Legowo di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Secara jangka panjang, valuasi saham dan kupon obligasi Indonesia masih menarik. Namun, dalam jangka pendek masih harus dicermati lebih lanjut. "Untuk jangka pendek, volatilitas saham masih harus dilihat," ujar dia.

Sebagai investor, menurut Legowo, investor pemula memang akan tetap menempatkan investasinya di instrumen yang sesuai risikonya, yakni reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.

Namun, untuk investor jangka panjang, volatilitas yang terjadi pada reksa dana saham tidak menyurutkan investor untuk tetap berinvestasi. "Untuk investor yang berpengalaman, mereka akan melakukan rebalancing alokasi aset yang diinginkan," tutur Legowo.

Di lain pihak, Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Prihatmo Hadi Mulyanto menjelaskan, sejauh ini investor asing memang belum signifikan masuk ke saham dan obligasi, meskipun Indonesia sudah mendapatkan kenaikan peringkat dari Standard & Poor's (S&P). "Namun, makin lama akan makin bagus, karena investor makin percaya sehingga dana asing akan banyak yang masuk," jelas Prihatmo.

Sementara itu, Direktur PT Panin Aset Manajemen Rudiyanto mengatakan, pergerakan IHSG tahun ini masih akan positif pada kisaran 7.200-7.400, seiring dengan peluang penurunan suku bunga acuan. Namun, dalam perjalanannya kemungkinan berfluktuasi karena masih ada isu perang dagang yang diperkirakan berlangsung hingga 2020.

"Biasanya dalam kondisi suku bunga turun, kinerja IHSG dan obligasi meningkat. Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga acuan adalah pada akhir kuartal IV-2019, tapi jika bisa lebih cepat juga tidak apa-apa," jelas dia.

Selain risiko perang dagang, risiko lain yang mungkin mempengaruhi IHSG adalah defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Pasalnya, CAD pada kuartal II-2019 akan jauh lebih besar dibandingkan kuartal I-2019. "Kami berharap defisit CAD akan kembali pada kisaran 2,5-3 persen pada kuartal III dan IV tahun ini," ujar Rudiyanto.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN