Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta. Foto: youtube

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta. Foto: youtube

Neraca Pembayaran Surplus, Pasar Saham dan Rupiah Positif

Jumat, 9 Agustus 2019 | 23:54 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI), Jumat (9/8) merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sampai dengan semester I-2019 tetap mencatat surplus sebesar US$ 0,4 miliar. 

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengungkapkan surplusnya neraca pembayaran saat ini berdampak positif untuk pasar saham dan juga pergerakan rupiah.

Selain dampak positif neraca pembayaran Indonesia, di sisi lain pasar saham dan rupiah juga tidak menghadapi sentimenn negatif global. Terutama perdagangan global yang diperkirakan akan pulih. 

Lebih lanjut, Nafan meperkirakan, agar neraca pembayaran dapat terus membaik, maka pemerintah juga harus bisa menjaga inflasi agar tetap dalam kondisi stabil. “Neraca pembayaran akan semakin membaik, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah,” ungkap Nafan.

“Selain itu, pemerintah diharuskan untuk menetapkan kebijakan moneter dan fiskal, agar dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, sehingga juga mampu menciptakan neraca pembayaran yang seimbang,” tambah Nafan.

Nafan menyarankan pelaku pasar dapat memanfaatkan momen neraca pembayaran Indonesia yang saat ini surplus untuk berinvestasi saham PT Bank Mandiri (persero) Tbk (BMRI), PT Adhi Karya (persero) Tbk (ADHI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Kemudian terkait pengenaan tarif tambahan sebesar 10% untuk setiap ekspor Tiongkok ke Amerika Serikat, Nafan mengharapkan, pemerintah dapat memberikan safety guard untuk produk-produk domestik dari serbuan impor.

“Tiongkok juga sengaja melakukan devaluasi mata uangnya agar bisa meningkatkan ekspor, saya kira pemerintah harus bisa mengendalikan harga di sini,” tutup Nafan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN